LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Kementerian Kebudayaan meresmikan Masjid Samudra Pasai yang berada di lingkungan
Museum Nasional Indonesia.
Menteri Kebudayaan
Fadli Zon menyinggung nilai historis Museum Nasional Indonesia yang berdiri sejak 1778 dengan nama Bataviaasch Genootschap.
“Bataviaasch Genootschap didirikan tahun 1778, berarti kita melaksanakan salat Jumat pertama kali setelah 248 tahun. Semoga membawa berkah,” jelas Fadli Zon dalam siaran pers, Rabu (15/1/2026).
Baca juga: Museum Nasional Pecahkan Rekor Kunjungan Terbanyak dalam Sehari Lewat Pameran Pithecanthropus ErectusLebih lanjut Fadli mengungkapkan alasan pemilihan nama Masjid Samudra Pasai. Ia mengatakan, penamaan Masjid Samudera Pasai merujuk pada Kerajaan Samudera Pasai sebagai
kerajaan Islam pertama di Nusantara.
"Nama ini diharapkan merefleksikan keterhubungan antara sejarah, budaya, dan praktik keagamaan yang berkembang dan hidup di tengah masyarakat," sambungnya.
Masjid Samudera Pasai dirancang sebagai bagian dari fasilitas umum museum yang mampu menampung jamaah dalam jumlah cukup besar, khususnya pada hari Jumat.
Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid berkapasitas hingga 600 jamaah ini diharapkan dapat memperkuat peran museum sebagai ruang publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menteri Kebudayaan turut mengharapkan pengelolaan dan perawatan masjid dilakukan secara berkelanjutan agar tetap representatif dan selaras dengan nilai-nilai cagar budaya yang melekat pada Museum Nasional Indonesia.
Baca juga: Bisa Jadi Inspirasi Jumatan, Intip 3 Gaya Karim Benzema Pakai Gamis“Semoga masjid ini dirawat dengan baik dan dapat memudahkan para pengunjung dalam melaksanakan ibadahnya saat berkunjung ke museum,” tambahnya.
Pendirian masjid ini seiring dengan meningkatnya jumlah pengunjung museum dalam beberapa tahun terakhir. Fadli menjelaskan bahwa, jumlah pengunjung Museum Nasional Indonesia pada musim libur mencapai lebih dari 10 ribu orang per hari, bahkan pernah menyentuh angka hampir 13 ribu pengunjung.
“Dengan jumlah pengunjung yang sangat besar, tidak jarang umat Islam yang ingin menunaikan salat mengalami keterbatasan ruang. Oleh karena itu, kehadiran Masjid Samudera Pasai ini kami harapkan dapat menjadi fasilitas ibadah yang layak dan nyaman bagi para pengunjung,” jelas Fadli.
Dengan diresmikannya Masjid Samudera Pasai, Museum Nasional Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai ruang pelestarian sejarah dan budaya, tetapi juga sebagai ruang publik yang memberikan layanan holistik bagi pengunjung.
Kementerian Kebudayaan berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal serta menjadi bagian dari pengalaman berkunjung di Museum Nasional Indonesia.
Baca juga: Merencanakan Jumatan di Masjid Bersejarah Zaman Kolonial(est)