Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 31 Oktober 2026
home masjid detail berita

Merencanakan Jumatan di Masjid Bersejarah Zaman Kolonial

Andi Muhammad Jum'at, 15 Juli 2022 - 05:05 WIB
Merencanakan Jumatan di Masjid Bersejarah Zaman Kolonial
Masjid Jami Al-Makmur Raden Saleh. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid Jami Al-Ma'mur di bilangan Raden Saleh Cikini Jakarta Pusat hingga kini masih mempertahankan konsep bangunan zaman penjajahan Belanda. Arsitektur tersebut menjadi saksi sejarah terkait imperialisme di masa lalu.

Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua dengan sejarahnya yang panjang. Masjid yang dibangun pada tahun 1890 ini merupakan pindahan dari sebuah Surau yang dibangun oleh Raden Saleh sekitar tahun 1860.

Pada bagian luar depan masjid terdapat ukiran besar aksara Arab berwarna putih tepat di bagian tembok teratas masjid. Pintu masuk beserta jendela juga masih mempertahankan bagunan ciri khas zaman kolonial.

Baca Juga: Intip Kemegahan Masjid Berkilau Emas di Apartemen Thamrin

Pada bagian dinding bawah masjid terdapat batu-batu kali besar sebagai tembok bawah sekeliling bangunan masjid.

Memasuki area masjid, nuansa zaman dulu masih terasa, seperti langit-langit masjid yang masih menggunakan kayu berwarna hitam. Termasuk jam raksasa masjid mempertahankan desain klasik, sama halnya dengan mimbar khatib.

Secara keseluruhan, Masjid Jami Al-Ma'mur tetap mempertahankan konsep klasik, mulai dari desain bangunan hingga interior di dalam masjid.

Baca Juga: Keutamaan Salat Tahajud, Raih Rida Allah hingga Jembatan Masuk Surga

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 31 Oktober 2026
Imsak
03:59
Shubuh
04:09
Dhuhur
11:40
Ashar
14:54
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan