Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home global news detail berita

CHANDI 2025 Sukses, Menbud Tegaskan Sinergi Pusat-Daerah untuk Pemajuan Kebudayaan

esti setiyowati Sabtu, 06 September 2025 - 12:00 WIB
CHANDI 2025 Sukses, Menbud Tegaskan Sinergi Pusat-Daerah untuk Pemajuan Kebudayaan
CHANDI 2025 Sukses, Menbud Tegaskan Sinergi Pusat-Daerah untuk Pemajuan Kebudayaan. Foto: Kemenbud.
LANGIT7.ID-, Bali - - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon mengapresiasi dukungan daerah hingga penyelenggaraan forum kebudayaan Culture, Heritage, Art, Narratives, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 di Denpasar, Bali, berjalan sukses.

Fadli Zon menegaskan bahwa keberhasilan CHANDI 2025 tidak terlepas dari kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku budaya, maupun individu-individu.

Baca juga: Lokakarya Pembuatan Keris di CHANDI 2025 Bali: Proses Tempa, Filosofi Pamor, dan Warisan Budaya Dunia

"Sinergi ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga warisan budaya, memperkuat identitas bangsa, sekaligus menghadirkan inovasi dalam diplomasi kebudayaan Indonesia di mata dunia," kata Fadli Zon dalam keterangannya, Sabtu (6/9/2025).

Fadli menuturkan bahwa CHANDI 2025 digagas sebagai upaya strategis untuk mendorong pemajuan kebudayaan Indonesia.

“Bersama Mas Giring, saya mendapat amanah untuk memimpin kementerian ini, sebuah tanggung jawab yang menurut saya sangat besar karena kebudayaan merupakan fondasi sekaligus jati diri bangsa,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa amanah konstitusi menempatkan negara untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia.

“Kita punya tanggung jawab bersama-sama. Saya kira ujung tombak pelestari kebudayaan kita itu ada di banyak pihak: provinsi, kota, pemangku adat, pelaku budaya, pewaris kerajaan, maupun individu-individu. Tanggung jawab ini bersifat multipihak,” tambahnya.

Fadli menyoroti dua narasi besar yang mencerminkan kekayaan dan kedudukan strategis Indonesia.

Pertama, Indonesia dikenal sebagai negara dengan mega-diversity budaya, yang tercermin dari keberadaan 1.340 suku bangsa dan 718 bahasa daerah, mewakili hampir 10 persen warisan bahasa dunia.

Baca juga: Lokakarya Angklung CHANDI 2025: Warisan Musik Bambu Nusantara yang Mendunia

Kedua, Indonesia merupakan salah satu peradaban tertua di dunia, dengan temuan penting seperti fosil manusia purba terbesar di Asia Tenggara, lukisan Gua Leang-Leang berusia 51.200 tahun, hingga situs arkeologi Sangiran, Trinil, dan Ngandong.

Lebih jauh, Fadli menekankan bahwa budaya tidak hanya menjadi identitas dan warisan, melainkan juga pilar penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi.

"Kementerian Kebudayaan telah merumuskan tiga prioritas kebijakan utama, Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi; Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan; serta Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan," kata Fadli.

Dalam implementasinya, ia mendorong kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, termasuk melalui 23 UPT Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) yang tersebar di Indonesia.

“Kolaborasi lintas level pemerintahan sangat dibutuhkan, mulai dari pusat hingga daerah. Revitalisasi tradisi lokal, pengelolaan koleksi cagar budaya, serta pengembangan desa pemajuan kebudayaan harus menjadi agenda bersama,” ujar Fadli

Melalui perhelatan seperti CHANDI, Fadli berharap forum ini menjadi wadah untuk membangun ekosistem kebudayaan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Untuk itu, ia mendorong sinergi tidak hanya dari pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah, komunitas, hingga para pemangku kepentingan lintas sektor.

Dengan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, CHANDI 2025 di Bali diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat dialog budaya dunia serta inspirasi bagi masa depan kebudayaan global.

Baca juga: Lokakarya Batik CHANDI 2025 di Denpasar: Pengalaman Mencanting dan Mewarnai Wastra Nusantara

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha; Sekretaris Jenderal Kebudayaan, Bambang Wibawarta; Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan; Inspektur Jenderal, Fryda Lucyana; Staf Ahli Menteri, Staf Khusus Menteri, perwakilan kepala daerah, Kepala Balai Pelestarian Wilayah, dan segenap jajaran di lingkungan Kementerian Kebudayaan.

Pertemuan tersebut juga menjadi ruang dialog bagi para kepala daerah dan kepala balai pelestarian wilayah untuk berbagi pengalaman serta strategi dalam pemajuan kebudayaan di daerah masing-masing.
Dengan berakhirnya CHANDI 2025, Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk menjadikan forum ini bukan sekadar perayaan kebudayaan, tetapi juga titik awal penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.

Pertemuan ini diharapkan mampu memperkuat jaringan kerja sama, melahirkan strategi bersama, serta membuka ruang dialog berkelanjutan demi terwujudnya ekosistem kebudayaan Indonesia yang inklusif, produktif, dan berdaya saing di tingkat global.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)