Komunitas Beta Bank Sampah Daur Ulang Kertas untuk Dibagikan ke Warga
Fajar adhitya
Kamis, 07 Oktober 2021 - 22:30 WIB
Daur ulang kertas. (Foto: Pixabay).
Komunitas Beta Bank Sampah di Ambon mendaur ulang kertas untuk dibagikan ke warga. Langkah ini bertujuan untuk mendorong penyelamatan alam dari kerusakan.
Koordinator Beta Bank Sampah, Georgie Manuhuwa mengatakan, kertas-kertas yang dipakai merupakan kertas bekas. Proses daur ulang dilakukan secara sederhana lalu dibagikan ke warga secara gratis.
"Jika ada yang mau bisa mengontak dan siap dikirimkan," kata Georgie Manuhuwa di Ambon.
Dia mengatakan, Beta Bank Sampah mulai menggarap proyek daur ulang kertas bekas yang diberi nama 'Kertas Beta' sebulan yang lalu, agar bisa digunakan kembali masyarakat.
Selain mengurangi produksi sampah kertas, proyek ini menjadi kampanye menyelamatkan lingkungan. Karena ada efek domino yang bisa ditimbulkan dari peningkatan produksi kertas dan tisu, yakni banyak pohon harus dikorbankan dan bisa berdampak pada alam, di antaranya air sungai meluap dan bencana banjir yang membahayakan manusia.
"Kertas dan tisu menjadi barang yang tidak asing bagi kita semua. Ternyata fakta menarik dari kertas dan tisu membutuhkan sumber daya alam berupa 27.000 batang kayu. Produk yang terbuat dari batang kayu ini tidak mudah untuk didaur ulang sehingga tidak heran sampah kertas dan tisu menumpuk bersama sampah plastik," ujar Georgie.
Menurut dia, daur ulang sampah kertas dilakukan secara manual menggunakan alat cetak sederhana yang dibuat dari jala untuk menangkap ikan. Kertas-kertas bekas yang telah dikumpulkan dipotong-potong lalu direndam selama dua sampai tiga hari hingga menjadi bubur kertas, selanjutnya diberi pewarna makan agar berwarna kemudian dicetak dan dijemur di bawah panas matahari hingga kering.
Koordinator Beta Bank Sampah, Georgie Manuhuwa mengatakan, kertas-kertas yang dipakai merupakan kertas bekas. Proses daur ulang dilakukan secara sederhana lalu dibagikan ke warga secara gratis.
"Jika ada yang mau bisa mengontak dan siap dikirimkan," kata Georgie Manuhuwa di Ambon.
Dia mengatakan, Beta Bank Sampah mulai menggarap proyek daur ulang kertas bekas yang diberi nama 'Kertas Beta' sebulan yang lalu, agar bisa digunakan kembali masyarakat.
Selain mengurangi produksi sampah kertas, proyek ini menjadi kampanye menyelamatkan lingkungan. Karena ada efek domino yang bisa ditimbulkan dari peningkatan produksi kertas dan tisu, yakni banyak pohon harus dikorbankan dan bisa berdampak pada alam, di antaranya air sungai meluap dan bencana banjir yang membahayakan manusia.
"Kertas dan tisu menjadi barang yang tidak asing bagi kita semua. Ternyata fakta menarik dari kertas dan tisu membutuhkan sumber daya alam berupa 27.000 batang kayu. Produk yang terbuat dari batang kayu ini tidak mudah untuk didaur ulang sehingga tidak heran sampah kertas dan tisu menumpuk bersama sampah plastik," ujar Georgie.
Menurut dia, daur ulang sampah kertas dilakukan secara manual menggunakan alat cetak sederhana yang dibuat dari jala untuk menangkap ikan. Kertas-kertas bekas yang telah dikumpulkan dipotong-potong lalu direndam selama dua sampai tiga hari hingga menjadi bubur kertas, selanjutnya diberi pewarna makan agar berwarna kemudian dicetak dan dijemur di bawah panas matahari hingga kering.