IdeaFest 2025 Ajak Generasi Muda Lawan Anemia, Wujudkan Indonesia Sehat dan Cerdas
Tuty ocktaviany
Sabtu, 01 November 2025 - 18:18 WIB
IdeaFest 2025 Ajak Generasi Muda Lawan Anemia, Wujudkan Indonesia Sehat dan Cerdas
LANGIT7.ID-Jakarta;Anemia defisiensi besi atau kekurangan zat besi masih menjadi salah satu silent threat bagi kesehatan masyarakat Indonesia, terutama pada generasi muda. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap kemampuan belajar, konsentrasi dan performa anak.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu tersebut, IdeaFest 2025 menghadirkan sesi IdeaTalks bertajuk “Fueling the Future: Fighting Iron Deficiency Anemia, Empowering the Next Generation”. Program ini menjadi ruang dialog inspiratif bagi anak muda kreatif untuk memahami pentingnya zat besi bagi tumbuh kembang dan masa depan generasi Indonesia.
Gelaran IdeaFest 2025 berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 31 Oktober–2 November 2025 dan menghadirkan para pakar kesehatan, figur inspiratif muda, serta pelaku industri untuk membahas upaya nyata melawan anemia defisiensi besi di Tanah Air. Sesi ini mengajak komunitas anak muda kreatif untuk berdialog dan berbagi informasi seputar pentingnya peduli terhadap anemia defisiensi besi yang dapat memengaruhi kemajuan generasi bangsa.
“Masih banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa defisiensi zat besi merupakan silent condition yang dapat berdampak besar pada performa dan masa depan anak,” ujar dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS, Dokter Spesialis Anak dalam keterangannya, dikutip Sabtu (1/11/2025).
Indonesia saat ini menduduki posisi keempat dengan prevalensi anemia tertinggi di Asia Tenggara — di mana satu dari tiga anak dan perempuan usia produktif masih mengalami kekurangan zat besi.
Menurut dr. Tiwi, survei menunjukkan 50% ibu belum mengetahui bahwa kekurangan zat besi dapat memengaruhi kecerdasan anak. “Defisiensi zat besi sejak dini bisa mengganggu perkembangan kognitif dan kemampuan belajar karena zat besi merupakan mikronutrien penting untuk fungsi otak. Jika dibiarkan, dampaknya bisa berlangsung hingga dewasa,” tuturnya.
Secara biomedis, zat besi merupakan komponen penting pembentuk hemoglobin dalam sel darah merah, yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi menyebabkan tubuh kesulitan memproduksi hemoglobin, sehingga otak kekurangan oksigen.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu tersebut, IdeaFest 2025 menghadirkan sesi IdeaTalks bertajuk “Fueling the Future: Fighting Iron Deficiency Anemia, Empowering the Next Generation”. Program ini menjadi ruang dialog inspiratif bagi anak muda kreatif untuk memahami pentingnya zat besi bagi tumbuh kembang dan masa depan generasi Indonesia.
Gelaran IdeaFest 2025 berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 31 Oktober–2 November 2025 dan menghadirkan para pakar kesehatan, figur inspiratif muda, serta pelaku industri untuk membahas upaya nyata melawan anemia defisiensi besi di Tanah Air. Sesi ini mengajak komunitas anak muda kreatif untuk berdialog dan berbagi informasi seputar pentingnya peduli terhadap anemia defisiensi besi yang dapat memengaruhi kemajuan generasi bangsa.
“Masih banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa defisiensi zat besi merupakan silent condition yang dapat berdampak besar pada performa dan masa depan anak,” ujar dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS, Dokter Spesialis Anak dalam keterangannya, dikutip Sabtu (1/11/2025).
Indonesia saat ini menduduki posisi keempat dengan prevalensi anemia tertinggi di Asia Tenggara — di mana satu dari tiga anak dan perempuan usia produktif masih mengalami kekurangan zat besi.
Menurut dr. Tiwi, survei menunjukkan 50% ibu belum mengetahui bahwa kekurangan zat besi dapat memengaruhi kecerdasan anak. “Defisiensi zat besi sejak dini bisa mengganggu perkembangan kognitif dan kemampuan belajar karena zat besi merupakan mikronutrien penting untuk fungsi otak. Jika dibiarkan, dampaknya bisa berlangsung hingga dewasa,” tuturnya.
Secara biomedis, zat besi merupakan komponen penting pembentuk hemoglobin dalam sel darah merah, yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kekurangan zat besi menyebabkan tubuh kesulitan memproduksi hemoglobin, sehingga otak kekurangan oksigen.