Kampung Haji Dinilai Bisa Efisienkan Waktu dan Biaya, Muhammadiyah Dukung Langkah Pemerintah
Tim langit 7
Rabu, 05 November 2025 - 09:58 WIB
Kampung Haji Dinilai Bisa Efisienkan Waktu dan Biaya, Muhammadiyah Dukung Langkah Pemerintah
LANGIT7.ID–Jakarta;Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Kiai Saad Ibrahim, menilai rencana pemerintah membangun Kampung Haji Indonesia di Mekkah merupakan langkah strategis yang akan berdampak positif bagi efisiensi pelaksanaan ibadah haji.
Ia menuturkan, kehadiran fasilitas terpadu tersebut dapat membantu memangkas waktu dan menekan biaya perjalanan jemaah asal Indonesia. Pemerintah, kata dia, telah berupaya memberikan solusi konkret atas tantangan logistik dan akomodasi haji yang selama ini kerap dihadapi masyarakat.
Pernyataan Kiai Saad muncul setelah Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Presiden, Jakarta, pada Kamis (30/10). Kompleks tersebut akan berdiri di kawasan Jabal Hindawiyah, Mekkah, di atas lahan seluas 80 hektar. Menariknya, Indonesia menjadi negara pertama yang mendapatkan izin dari otoritas Arab Saudi untuk mendirikan kompleks serupa di Tanah Suci.
Menurut Kiai Saad, langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan haji. Namun, ia mengingatkan bahwa selain aspek ruang, perlu juga ada perencanaan matang terkait durasi ibadah yang selama ini bisa mencapai 40 hari.
“Sesudah kita berikhtiar dalam konteks ruang, mungkin kita juga perlu merancang dalam konteks waktu. Toh, sebagian dari orang yang melaksanakan ibadah haji itu bisa hanya sepuluh hari,…. tapi secara umum 40 hari itu,” katanya, dikutip dari situs Muhammadiyah, Rabu (5/11/2025).
Ia menambahkan, inti dari ibadah haji sesungguhnya dapat diselesaikan dalam waktu singkat, yakni sekitar tujuh hari. Namun durasi keberangkatan jemaah sering kali membengkak akibat faktor nonritual, terutama keterbatasan kapasitas bandara dan jumlah penerbangan di Arab Saudi.
“Soal ruang ini kita sudah mendapatkan penyelesaian, mungkin soal waktu itu sepanjang yang saya ketahui terkait dengan penerbangan. Tentu penerbangan di Saudi Arabia sana khususnya di Jeddah dan Madinah,” ungkapnya.
Ia menuturkan, kehadiran fasilitas terpadu tersebut dapat membantu memangkas waktu dan menekan biaya perjalanan jemaah asal Indonesia. Pemerintah, kata dia, telah berupaya memberikan solusi konkret atas tantangan logistik dan akomodasi haji yang selama ini kerap dihadapi masyarakat.
Pernyataan Kiai Saad muncul setelah Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Presiden, Jakarta, pada Kamis (30/10). Kompleks tersebut akan berdiri di kawasan Jabal Hindawiyah, Mekkah, di atas lahan seluas 80 hektar. Menariknya, Indonesia menjadi negara pertama yang mendapatkan izin dari otoritas Arab Saudi untuk mendirikan kompleks serupa di Tanah Suci.
Menurut Kiai Saad, langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan haji. Namun, ia mengingatkan bahwa selain aspek ruang, perlu juga ada perencanaan matang terkait durasi ibadah yang selama ini bisa mencapai 40 hari.
“Sesudah kita berikhtiar dalam konteks ruang, mungkin kita juga perlu merancang dalam konteks waktu. Toh, sebagian dari orang yang melaksanakan ibadah haji itu bisa hanya sepuluh hari,…. tapi secara umum 40 hari itu,” katanya, dikutip dari situs Muhammadiyah, Rabu (5/11/2025).
Ia menambahkan, inti dari ibadah haji sesungguhnya dapat diselesaikan dalam waktu singkat, yakni sekitar tujuh hari. Namun durasi keberangkatan jemaah sering kali membengkak akibat faktor nonritual, terutama keterbatasan kapasitas bandara dan jumlah penerbangan di Arab Saudi.
“Soal ruang ini kita sudah mendapatkan penyelesaian, mungkin soal waktu itu sepanjang yang saya ketahui terkait dengan penerbangan. Tentu penerbangan di Saudi Arabia sana khususnya di Jeddah dan Madinah,” ungkapnya.