LANGIT7.ID-Jakarta; - Maraknya bencana alam di Jawa Timur mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk terus mengakselerasi kesiapsiagaan warga melalui skema Desa Tangguh Bencana (Destana). Dalam menyukseskan program ini, BNPB menjalin kolaborasi lintas sektor bersama Kemitraan Australia-Indonesia lewat program SIAP SIAGA guna meminimalkan risiko serta dampak kehancuran saat bencana menerpa.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto berdiskusi sekaligus memberikan pengarahan langsung kepada para pejabat daerah serta penggerak Destana di Kota Malang. Pertemuan ini difokuskan sebagai ruang berbagi pengalaman atas praktik mitigasi terbaik agar dapat direplikasi oleh wilayah lain. Dalam arahannya, Suharyanto meminta keberhasilan Destana yang sudah berjalan dapat dipertahankan dan ditularkan ke desa-desa tetangga.
"Forum destana dan forum pengurangan risiko bencana juga perlu dimaksimalkan, karena pencegahan menjadi aspek yang sangat penting dalam penanggulangan bencana secara keseluruhan," kata Suharyanto, Rabu (5/8/2026).
Ia mengingatkan bahwa kelalaian dalam pencegahan akan berdampak sangat fatal bagi masyarakat. "Jika sudah terjadi bencana, dampak yang ditanggung oleh masyarakat dan bangsa jauh lebih besar, dari mulai korban dan kerugian harta benda," tuturnya.
Destana sendiri merupakan model desa yang dibentuk agar memiliki ketangguhan mandiri dalam mengadaptasi risiko, menghadapi ancaman, hingga bangkit pascabencana. Suharyanto menegaskan bahwa keikutsertaan warga dalam program ini terbukti ampuh menyelamatkan nyawa secara nyata, bukan sekadar kegiatan formalitas belakangan ini.
"Adanya Destana benar-benar berfungsi tidak hanya kegiatan seremonial. Sempat terjadi peristiwa penyelamatan heroik, seorang kepala desa dan kepala kampung," ungkapnya.
Baca Juga: Tengku Firmansyah dan Nikita Willy Hadiri Soft Launching Masjid Bekas Studio Musik di KanadaIa menceritakan pengalaman tahun 2024 ketika seorang kepala kampung yang membekali diri dengan ilmu Destana bertindak cepat mengevakuasi warganya begitu melihat air sungai mendadak keruh. Meski seluruh rumah habis diterjang banjir bandang tak lama kemudian, tidak ada satu pun korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Keberhasilan serupa berulang pada bencana hidrometeorologi di Kawasan Malalo, Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, di mana kesiapsiagaan Destana berhasil mencetak nol korban jiwa (zero casualty).
Selain mitigasi bencana, program Destana kini terbukti mampu mendongkrak perekonomian warga. Hal ini terlihat saat kunjungan kerja berlanjut ke Kota Batu, di mana BNPB berkolaborasi dengan United Tractors di Desa Giripurno pasca-insiden banjir bandang dan kebakaran hutan Gunung Arjuno. Langkah konkret dilakukan melalui reboisasi menggunakan tanaman pohon alpukat.
"Penanaman vegetasi pohon alpukat pohon itu bisa menahan atau mencengkram tanah ketika curah hujan tinggi," ucap Suharyanto.
Ia menambahkan bahwa selain berfungsi mengikat tanah lereng perbukitan agar tidak longsor saat hujan deras, hasil panen buahnya kelak dapat dijual untuk meningkatkan penghasilan warga setempat. Kunjungan di Batu ditutup dengan aksi penanaman pohon alpukat bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.
Pada momen yang sama, Kepala BNPB menginstruksikan seluruh jajaran BPBD di Jawa Timur untuk meningkatkan kewaspadaan penuh menghadapi ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino yang diproyeksikan berlangsung hingga awal tahun 2027.
"Bapak dan ibu agar waspada, tahun 2023 Gunung Bromo, Gunung Arjuno, Gunung lawu dan tempat-tempat pembuangan sampah terbakar," peringat Suharyanto.
Ia menyoroti kebakaran hutan yang saat ini kembali menerpa kawasan Bromo serta area TPA di Mojokerto yang sampai membutuhkan bantuan helikopter water bombing. Suharyanto berharap seluruh insan penanggulangan bencana dan relawan terus bersiap di garis terdepan pada setiap tahapan bencana.
Baca Juga: Viral Curhatan Pasien BPJS Dihina Nakes, Kemenkes Angkat Bicara"Agar BPBD dan para relawan waspada, bahwa kita tinggal di daerah bencana. Bagi yang sudah ada destana, tolong tunjukan yg terbaik dan berikan keyakinan bagi masyarakat yang lain, ini (meningkatkan kesiapsiagaan) tidak sia-sia, ini dalam rangka menyelamatkan kita semua saat terjadi bencana," tutup Suharyanto.
Guna menopang penanganan darurat kekeringan di Kota Batu, BNPB turut menyerahkan bantuan logistik dan peralatan secara langsung kepada Wali Kota Batu, berupa armada mobil pick up, paket sembako, toren penyimpanan air, hingga flexible tank.
(zhd)