UMKM Naik Kelas, Jutaan Tenaga Kerja Terserap Lewat Program Penjaminan Jamkrindo
Tim langit 7
Senin, 10 November 2025 - 10:17 WIB
UMKM Naik Kelas, Jutaan Tenaga Kerja Terserap Lewat Program Penjaminan Jamkrindo
LANGIT7.ID–Jakarta; Program penjaminan kredit yang dijalankan PT Jamkrindo terbukti mendorong jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas sekaligus memperluas lapangan kerja. Hingga September 2025, sebanyak 4,2 juta UMKM terjamin mampu menyerap 11,69 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.
Plt Direktur Utama PT Jamkrindo Abdul Bari mengatakan, peran Jamkrindo menjembatani UMKM dengan lembaga keuangan menjadi kunci agar pelaku usaha bisa mengakses pembiayaan.
"Sebagian UMKM berada dalam kategori not feasible dan not bankable, sebagian lagi berada dalam kategori feasible but not bankable. Jamkrindo berperan membantu UMKM yang masuk kategori feasible but not bankable agar memenuhi syarat mendapatkan pinjaman atau pembiayaan dari lembaga keuangan,” ujar Abdul Bari dalam keterangannya, dikutip Senin (10/11/2025).
Abdul Bari menambahkan, setelah naik kelas ke kategori feasible and bankable, UMKM yang semula mendapatkan penjaminan untuk mengakses kredit program pemerintah dapat memperoleh pembiayaan dengan suku bunga komersial.
Selama periode Januari hingga September 2025, Jamkrindo mencatat volume penjaminan sebesar Rp186,75 triliun. Penjaminan tersebut masih didominasi oleh kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp116,5 triliun, diikuti penjaminan kredit konsumtif Rp29,2 triliun, penjaminan kredit produktif Rp24,5 triliun, serta penjaminan kontra bank garansi dan suretyship sebesar Rp16,4 triliun.
Khusus untuk penjaminan KUR, jumlah UMKM terjamin mencapai 1,8 juta usaha dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 8,89 juta orang.
”Data-data ini sekaligus menegaskan komitmen dan kontribusi Jamkrindo dalam mendukung Asta Cita Permintah,” tegas Abdul Bari.
Plt Direktur Utama PT Jamkrindo Abdul Bari mengatakan, peran Jamkrindo menjembatani UMKM dengan lembaga keuangan menjadi kunci agar pelaku usaha bisa mengakses pembiayaan.
"Sebagian UMKM berada dalam kategori not feasible dan not bankable, sebagian lagi berada dalam kategori feasible but not bankable. Jamkrindo berperan membantu UMKM yang masuk kategori feasible but not bankable agar memenuhi syarat mendapatkan pinjaman atau pembiayaan dari lembaga keuangan,” ujar Abdul Bari dalam keterangannya, dikutip Senin (10/11/2025).
Abdul Bari menambahkan, setelah naik kelas ke kategori feasible and bankable, UMKM yang semula mendapatkan penjaminan untuk mengakses kredit program pemerintah dapat memperoleh pembiayaan dengan suku bunga komersial.
Selama periode Januari hingga September 2025, Jamkrindo mencatat volume penjaminan sebesar Rp186,75 triliun. Penjaminan tersebut masih didominasi oleh kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp116,5 triliun, diikuti penjaminan kredit konsumtif Rp29,2 triliun, penjaminan kredit produktif Rp24,5 triliun, serta penjaminan kontra bank garansi dan suretyship sebesar Rp16,4 triliun.
Khusus untuk penjaminan KUR, jumlah UMKM terjamin mencapai 1,8 juta usaha dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 8,89 juta orang.
”Data-data ini sekaligus menegaskan komitmen dan kontribusi Jamkrindo dalam mendukung Asta Cita Permintah,” tegas Abdul Bari.