153 Warga Palestina Tiba Secara Misterius di Afrika Selatan
Esti setiyowati
Ahad, 16 November 2025 - 14:58 WIB
153 Warga Palestina Tiba Secara Misterius di Afrika Selatan. Foto: Istimewa.
Sebanyak 153 warga Palestina dari Jalur Gaza tiba-tiba muncul di Afrika Selatan tanpa kelengkapan dokumen resmi. Mereka diterbangkan oleh pesawat sewaan secara misterius pada Kamis lalu.
Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa memerintahkan dan intelijen dan Departemen Dalam Negeri untuk melakukan penyelidikan atas penerbangan carteran misterius yang membawa 153 pengungsi Palestina tersebut.
Baca juga: Ribuan Warga Palestina Rayakan Maulid Nabi di Hebron dalam Pengawasan Ketat Israel
"Mereka adalah orang-orang dari Gaza yang entah bagaimana secara misterius ditempatkan di pesawat yang melewati Nairobi (ibu kota Kenya) dan tiba di sini," kata Ramaphosa kepada wartawan Jumat, seperti dilaporkan Anadolu dikutip Ahad (16/11/2025).
Afrika Selatan memberikan pembebasan visa 90 hari bagi 153 warga Palestina yang tiba dari Kenya untuk mencari suaka di negara itu.
Awalnya mereka ditolak masuk karena tidak lulus wawancara yang diwajibkan dan tidak memiliki stempel keberangkatan yang lazim di paspor mereka.
Para pengungsi Palestina menunggu lebih dari 10 jam di landasan Bandara Internasional OR Tambo dekat Johannesburg untuk mendapatkan izin masuk atau ditolak.
Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa memerintahkan dan intelijen dan Departemen Dalam Negeri untuk melakukan penyelidikan atas penerbangan carteran misterius yang membawa 153 pengungsi Palestina tersebut.
Baca juga: Ribuan Warga Palestina Rayakan Maulid Nabi di Hebron dalam Pengawasan Ketat Israel
"Mereka adalah orang-orang dari Gaza yang entah bagaimana secara misterius ditempatkan di pesawat yang melewati Nairobi (ibu kota Kenya) dan tiba di sini," kata Ramaphosa kepada wartawan Jumat, seperti dilaporkan Anadolu dikutip Ahad (16/11/2025).
Afrika Selatan memberikan pembebasan visa 90 hari bagi 153 warga Palestina yang tiba dari Kenya untuk mencari suaka di negara itu.
Awalnya mereka ditolak masuk karena tidak lulus wawancara yang diwajibkan dan tidak memiliki stempel keberangkatan yang lazim di paspor mereka.
Para pengungsi Palestina menunggu lebih dari 10 jam di landasan Bandara Internasional OR Tambo dekat Johannesburg untuk mendapatkan izin masuk atau ditolak.