Prabowo Sebut RS Kardiologi Emirates sebagai Simbol Persahabatan Indonesia dan UEA
Tim langit 7
Rabu, 19 November 2025 - 11:36 WIB
Prabowo Sebut RS Kardiologi Emirates sebagai Simbol Persahabatan Indonesia dan UEA
LANGIT7.ID-Jakarta;Hubungan strategis Indonesia dan Uni Emirat Arab kembali menunjukkan hasil konkret lewat hadirnya Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia di Surakarta, Jawa Tengah. Fasilitas kesehatan ini menjadi bukti bahwa kerja sama bilateral kedua negara bukan hanya sebatas proyek investasi, tetapi juga menyentuh layanan publik yang sangat dibutuhkan masyarakat — terutama di bidang jantung dan kardiovaskular.
Proyek rumah sakit tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen kerja sama yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kebijakan luar negeri yang menitikberatkan pada diplomasi pembangunan membuat inisiatif ini akhirnya terwujud di periode kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, keberadaan rumah sakit ini dipandang sebagai bentuk kesinambungan kebijakan yang melampaui pergantian presiden.
Dalam peresmian yang dipantau melalui siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menegaskan kembali bahwa fondasi proyek ini diletakkan pada masa Jokowi. Ia menyebut fasilitas tersebut merupakan lambang kedekatan kedua negara yang sudah terjalin lama. "Pembangunan rumah sakit ini juga adalah salah satu inisiatif dari Presiden Joko Widodo. Dimulai atas inisiatif beliau, dimulai pada saat beliau menjabat," ujar Prabowo dalam keterangannya, Rabu (19/11/2025).
Presiden Prabowo kemudian menyampaikan bahwa dirinya merasa mendapatkan kehormatan karena justru ia yang meresmikan fasilitas kesehatan bertaraf internasional tersebut. Baginya, hal ini menjadi momentum yang tidak bisa dilewatkan. "Saya sangat beruntung, (ketika) sudah jadi, saya meresmikan. Takdir itu tidak bisa ditolak. Ini kebesaran hati," ucapnya.
Rumah sakit tersebut diberikan kepada Indonesia sebagai hibah dari Pemerintah Uni Emirat Arab. Untuk tahap awal, operasional dan manajemen layanan akan dibantu oleh RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta agar fasilitas baru ini dapat berjalan optimal sejak awal.
Keberadaan rumah sakit khusus jantung ini diharapkan dapat menambah kapasitas nasional dalam menangani penyakit kardiovaskular, salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Pemerintah menilai koleksi peralatan medisnya menjadi nilai tambah yang signifikan. Menurut laporan yang diterima Presiden, sebagian teknologi yang digunakan merupakan yang tercanggih yang tersedia di Indonesia saat ini. "Saya dapat laporan rumah sakit ini memiliki peralatan mungkin yang tercanggih di seluruh Indonesia. Saya dapat laporan hanya ada empat rumah sakit di Indonesia yang memiliki peralatan secanggih ini, dan di Jawa Tengah ini satu-satunya. Jadi ini sesuatu," imbuh Prabowo.
Selain memperkuat layanan kesehatan di dalam negeri, hibah dari Uni Emirat Arab ini sekaligus mencerminkan perhatian besar Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan terhadap Indonesia. Kolaborasi semacam ini juga dinilai akan membuka peluang sinergi lebih luas di sektor kesehatan pada periode mendatang.
Proyek rumah sakit tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen kerja sama yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kebijakan luar negeri yang menitikberatkan pada diplomasi pembangunan membuat inisiatif ini akhirnya terwujud di periode kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, keberadaan rumah sakit ini dipandang sebagai bentuk kesinambungan kebijakan yang melampaui pergantian presiden.
Dalam peresmian yang dipantau melalui siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menegaskan kembali bahwa fondasi proyek ini diletakkan pada masa Jokowi. Ia menyebut fasilitas tersebut merupakan lambang kedekatan kedua negara yang sudah terjalin lama. "Pembangunan rumah sakit ini juga adalah salah satu inisiatif dari Presiden Joko Widodo. Dimulai atas inisiatif beliau, dimulai pada saat beliau menjabat," ujar Prabowo dalam keterangannya, Rabu (19/11/2025).
Presiden Prabowo kemudian menyampaikan bahwa dirinya merasa mendapatkan kehormatan karena justru ia yang meresmikan fasilitas kesehatan bertaraf internasional tersebut. Baginya, hal ini menjadi momentum yang tidak bisa dilewatkan. "Saya sangat beruntung, (ketika) sudah jadi, saya meresmikan. Takdir itu tidak bisa ditolak. Ini kebesaran hati," ucapnya.
Rumah sakit tersebut diberikan kepada Indonesia sebagai hibah dari Pemerintah Uni Emirat Arab. Untuk tahap awal, operasional dan manajemen layanan akan dibantu oleh RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta agar fasilitas baru ini dapat berjalan optimal sejak awal.
Keberadaan rumah sakit khusus jantung ini diharapkan dapat menambah kapasitas nasional dalam menangani penyakit kardiovaskular, salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Pemerintah menilai koleksi peralatan medisnya menjadi nilai tambah yang signifikan. Menurut laporan yang diterima Presiden, sebagian teknologi yang digunakan merupakan yang tercanggih yang tersedia di Indonesia saat ini. "Saya dapat laporan rumah sakit ini memiliki peralatan mungkin yang tercanggih di seluruh Indonesia. Saya dapat laporan hanya ada empat rumah sakit di Indonesia yang memiliki peralatan secanggih ini, dan di Jawa Tengah ini satu-satunya. Jadi ini sesuatu," imbuh Prabowo.
Selain memperkuat layanan kesehatan di dalam negeri, hibah dari Uni Emirat Arab ini sekaligus mencerminkan perhatian besar Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan terhadap Indonesia. Kolaborasi semacam ini juga dinilai akan membuka peluang sinergi lebih luas di sektor kesehatan pada periode mendatang.
(lam)