Tak Perlu ke Luar Negeri, Kini RS Surabaya Bisa Lakukan Bedah Jantung Canggih
Lusi mahgriefie
Jum'at, 21 November 2025 - 10:25 WIB
Tak Perlu ke Luar Negeri, Kini RS Surabaya Bisa Lakukan Bedah Jantung Canggih
Sebuah gebrakan di dunia kedokteran Indonesia dalam hal bedah jantung. Baru-baru ini tim dokter di Rumah Sakit Kemenkes Surabaya, Jawa Timur melakukan bedah jantung minimal invasif atau Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS) terhadap salah satu pasien. Prosedur ini dilakukan tanpa membelah tulang dada, membuat proses pemulihan jauh lebih singkat dibanding operasi jantung konvensional.
Adalah Tin Siong Djing, pasien berusia 59 tahun yang menjalani operasi tersebut dan ia berhasil pulih dengan cepat pascaoperasi. Tin Siong Djing sebelumnya sudah mengantre selama setahun di rumah sakit lain dan hampir memutuskan menjalani operasi di luar negeri.
Hingga suatu saat, pasien mengalami serangan jantung berulang di September 2025, dan dirawat di RS Kemenkes Surabaya.
Kemudian oleh Tim Jantung RS Kemenkes Surabaya, yang terdiri dari dokter jantung dan dokter spesialis bedah jantung, dilakukan rapat terkait tindakan yang harus dilakukan, apakah dilakukan pemasangan ring, atau operasi bedah jantung. Dari hasil diskusi, diputuskan pasien Tin untuk dilakukan operasi pintas jantung koroner.
Baca juga:Bahaya Gigi Berlubang Bisa Menyebar ke Jantung, Enzim Tekankan Pentingnya Kesehatan Gigi
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang meninjau langsung perawatan pasien menjelaskan teknik MICS mengubah cara operasi bypass jantung yang dilakukan. Dulu, tulang dada pasien harus dipotong hingga jantung bisa diakses. Namun kini, prosedur dapat dilakukan hanya melalui sayatan kecil di sela iga.
Prosedur yang diterapkan pada Tin Siong Djing menggunakan teknik off-pump, yaitu operasi dilakukan tanpa menghentikan jantung.
Adalah Tin Siong Djing, pasien berusia 59 tahun yang menjalani operasi tersebut dan ia berhasil pulih dengan cepat pascaoperasi. Tin Siong Djing sebelumnya sudah mengantre selama setahun di rumah sakit lain dan hampir memutuskan menjalani operasi di luar negeri.
Hingga suatu saat, pasien mengalami serangan jantung berulang di September 2025, dan dirawat di RS Kemenkes Surabaya.
Kemudian oleh Tim Jantung RS Kemenkes Surabaya, yang terdiri dari dokter jantung dan dokter spesialis bedah jantung, dilakukan rapat terkait tindakan yang harus dilakukan, apakah dilakukan pemasangan ring, atau operasi bedah jantung. Dari hasil diskusi, diputuskan pasien Tin untuk dilakukan operasi pintas jantung koroner.
Baca juga:Bahaya Gigi Berlubang Bisa Menyebar ke Jantung, Enzim Tekankan Pentingnya Kesehatan Gigi
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang meninjau langsung perawatan pasien menjelaskan teknik MICS mengubah cara operasi bypass jantung yang dilakukan. Dulu, tulang dada pasien harus dipotong hingga jantung bisa diakses. Namun kini, prosedur dapat dilakukan hanya melalui sayatan kecil di sela iga.
Prosedur yang diterapkan pada Tin Siong Djing menggunakan teknik off-pump, yaitu operasi dilakukan tanpa menghentikan jantung.