LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima kunjungan CEO Global Al Assembly, Feliana Citradewi, dan President of the Conference of European Imams, Hassen Chalgoumi, membahas peluang kerja sama di bidang diplomasi budaya serta pengembangan industri perfilman. Pertemuan juga membahas berbagai peluang kolaborasi untuk memperkuat promosi budaya Indonesia di tingkat global.
Dalam pertemuan tersebut, diskusi menitikberatkan pada promosi Indonesia sebagai model toleransi antar agama dan keberagaman budaya di panggung global, serta penjajakan peluang kolaborasi konkret di bidang sinema dan penyelenggaraan kegiatan budaya. Indonesia dipandang memiliki posisi yang kuat sebagai contoh praktik toleransi antar agama dan keberagaman budaya.
Menbud Fadli Zon menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, termasuk ratusan bahasa daerah yang menjadi salah satu identitas bangsa. Indonesia menetapkan hari besar keagamaan dari berbagai agama, seperti Islam, Kristen, Buddha, dan Hindu sebagai hari libur nasional. “Keberagaman tersebut merupakan kekuatan Indonesia dalam membangun kehidupan masyarakat yang inklusif dan harmonis di tengah perbedaan,” lanjut Menbud dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).
Pertemuan juga membahas peluang kerja sama investasi dan pengembangan industri perfilman Indonesia. Dalam kesempatan tersebut Menbud Fadli Zon menyampaikan perkembangan kebijakan pemerintah dalam mendukung ekosistem perfilman nasional, termasuk
skema matching fund yang telah berjalan serta rencana pengembangan skema
co-production fund sebagai insentif bagi produksi film bersama dengan mitra internasional.
“Industri perfilman Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang positif. Namun demikian, Indonesia masih memerlukan peningkatan jumlah layar bioskop untuk mendukung pertumbuhan industri film nasional agar mampu menjangkau lebih banyak masyarakat,” jelas Menbud.
Sejumlah gagasan yang mengemuka dalam pertemuan antara lain penyelenggaraan acara penghargaan perdamaian di Eropa yang dipadukan dengan promosi budaya Indonesia, serta penyelenggaraan
Concert de la Paix (Konser Perdamaian) di Jakarta. Pertemuan tersebut juga membuka peluang komunikasi lebih lanjut antara produser film internasional dengan Direktorat Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan guna menjajaki peluang produksi bersama dan pemanfaatan skema
matching fund.
Feliana Citradewi, founder dan CEO Global Al Assembly, menyampaikan apresiasi atas pertemuan yang berlangsung hari ini. “Kami memiliki pengalaman untuk mempromosikan diversitas dan multikultur Indonesia ke dunia,” ungkapnya.
Turut hadir pada kesempatan ini, yakni CEO Ascending Global Group, Arno Krimmer; serta Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda.
Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk membangun jejaring internasional untuk mendalami berbagai peluang kerja sama di bidang kebudayaan dan perdamaian. Melalui berbagai inisiatif tersebut, Kementerian Kebudayaan terus memperkuat diplomasi budaya Indonesia sebagai instrumen strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya bangsa, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta mendukung kemajuan ekosistem kebudayaan dan industri kreatif nasional.
(lam)