Syukur Adalah Kesadaran tentang Siapa Manusia dan Siapa Tuhan
Miftah yusufpati
Selasa, 25 November 2025 - 05:45 WIB
Tapi Al-Quran merinci apa saja yang wajib disyukuri: dari hidup hingga kemerdekaan. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Manusia lahir dari ketiadaan. Ayat pembuka surah Al-Insan mengingatkan, pernah datang masa ketika manusia bahkan belum patut disebut. Dari titik nol itu, hidup adalah nikmat pertama.
Prof. Dr. M. Quraish Shihab dalam buku Wawasan Al-Qur’an (Mizan) menulis: para ulama mendefinisikan nikmat sebagai segala sesuatu yang melebihi modal dasar manusia. Namun, manusia tak memiliki modal apa pun. Segala yang ia miliki adalah anugerah. Bahkan kemampuan bernapas.
Al-Biqa’i, ulama tafsir abad ke-15, menunjukkan struktur unik Al-Qur’an: lima surat dibuka dengan al-hamdulillah, masing-masing merinci kelompok nikmat. Al-Fatihah sebagai inti—lalu empat surat yang menjelaskan cabang-cabang nikmat itu.
- Al-An’am berbicara tentang dunia: langit, bumi, potensi darat-laut-udara, terang dan gelap.
- Al-Kahf menyebut nikmat pemeliharaan, terutama turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk.
- Saba’ mengabarkan nikmat akhirat: hidup yang tidak lagi dicemari kefanaan.
- Fathir menggambarkan nikmat abadi setelah akhir zaman: malaikat dan jagat yang tunduk mengurus makhluk.
Prof. Dr. M. Quraish Shihab dalam buku Wawasan Al-Qur’an (Mizan) menulis: para ulama mendefinisikan nikmat sebagai segala sesuatu yang melebihi modal dasar manusia. Namun, manusia tak memiliki modal apa pun. Segala yang ia miliki adalah anugerah. Bahkan kemampuan bernapas.
Al-Biqa’i, ulama tafsir abad ke-15, menunjukkan struktur unik Al-Qur’an: lima surat dibuka dengan al-hamdulillah, masing-masing merinci kelompok nikmat. Al-Fatihah sebagai inti—lalu empat surat yang menjelaskan cabang-cabang nikmat itu.
- Al-An’am berbicara tentang dunia: langit, bumi, potensi darat-laut-udara, terang dan gelap.
- Al-Kahf menyebut nikmat pemeliharaan, terutama turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk.
- Saba’ mengabarkan nikmat akhirat: hidup yang tidak lagi dicemari kefanaan.
- Fathir menggambarkan nikmat abadi setelah akhir zaman: malaikat dan jagat yang tunduk mengurus makhluk.