Kemenag Matangkan Pembentukan MAKN, 8 Madrasah Unggulan Dipilih
Tim langit 7
Senin, 01 Desember 2025 - 11:39 WIB
Kemenag Matangkan Pembentukan MAKN, 8 Madrasah Unggulan Dipilih
LANGIT7.ID-Surabaya;Kementerian Agama tengah memproses transformasi madrasah menjadi Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN). Ada delapan madrasah yang disiapkan dan saat ini sudah masuk tahap presentasi kesiapan transformasi.
Delapan madrasah yang dipersiapkan adalah MAN 2 Bantul (DIY), MAN 1 Aceh Utara, MAN 2 Batang Hari, MAN 6 Tasikmalaya, MAN 7 Tasikmalaya, MAN 3 Bojonegoro, MAN Pangandaran, serta MAN 3 Madiun.
Persiapan ini dibahas bersama dalam Forum Penguatan Vokasi Madrasah di Surabaya, 25–27 November 2025. Forum ini menghadirkan Kasubdit Vokasi dan Inklusi Anis Masykur, Kasubtim Luky Herwati, serta staf Direktorat KSKK Madrasah Hasani Asro. Selain calon MAKN, hadir pula 11 madrasah yang dipersiapkan menggelar du aprogram reguler dan kejuruan yang telah diseleksi sesuai ketersediaan lahan, serta madrasah yang dipersiapkan menggelar program reguler dan keagamaan.
Presentasi kesiapan transformasi ke MAKN diwakili Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati. Dia memaparkan strategi komprehensif yang mencakup transformasi kurikulum vokasi, penguatan guru produktif, pemenuhan sarpras industri, serta model kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental kelembagaan agar madrasah mampu beradaptasi dengan standar baru sebagai MAKN.
“Atas kepercayaan ini, kami menyampaikan strategi bersama delapan madrasah yang siap melangkah menuju MAKN. Kami sudah mantab menuju MAKN, dan siap berkolaborasi dalam membangun ekosistem vokasi madrasah yang kokoh, kompetitif, dan inovatif,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (1/12/2025).
"Kami juga semakin mantab atas dukungan penuh dari kantor kementerian agama Kabupaten Bantul serta kantor kementerian agama kanwil DIY, yang menyatakan akan mendukung penug langkah MAN 2 Bantul menuju MAKN, madrasah unggulan kejuruan di kementerian agama," imbuhnya.
Nur Hasanah juga menegaskan bahwa transformasi bukan hanya reformasi administrasi, tetapi perubahan budaya mutu secara menyeluruh. Madrasah, menurutnya, harus mampu mengadopsi pola kerja industri—efisiensi, ketepatan, kompetensi, serta pembelajaran berbasis project dan praktik kerja.
Delapan madrasah yang dipersiapkan adalah MAN 2 Bantul (DIY), MAN 1 Aceh Utara, MAN 2 Batang Hari, MAN 6 Tasikmalaya, MAN 7 Tasikmalaya, MAN 3 Bojonegoro, MAN Pangandaran, serta MAN 3 Madiun.
Persiapan ini dibahas bersama dalam Forum Penguatan Vokasi Madrasah di Surabaya, 25–27 November 2025. Forum ini menghadirkan Kasubdit Vokasi dan Inklusi Anis Masykur, Kasubtim Luky Herwati, serta staf Direktorat KSKK Madrasah Hasani Asro. Selain calon MAKN, hadir pula 11 madrasah yang dipersiapkan menggelar du aprogram reguler dan kejuruan yang telah diseleksi sesuai ketersediaan lahan, serta madrasah yang dipersiapkan menggelar program reguler dan keagamaan.
Presentasi kesiapan transformasi ke MAKN diwakili Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati. Dia memaparkan strategi komprehensif yang mencakup transformasi kurikulum vokasi, penguatan guru produktif, pemenuhan sarpras industri, serta model kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental kelembagaan agar madrasah mampu beradaptasi dengan standar baru sebagai MAKN.
“Atas kepercayaan ini, kami menyampaikan strategi bersama delapan madrasah yang siap melangkah menuju MAKN. Kami sudah mantab menuju MAKN, dan siap berkolaborasi dalam membangun ekosistem vokasi madrasah yang kokoh, kompetitif, dan inovatif,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (1/12/2025).
"Kami juga semakin mantab atas dukungan penuh dari kantor kementerian agama Kabupaten Bantul serta kantor kementerian agama kanwil DIY, yang menyatakan akan mendukung penug langkah MAN 2 Bantul menuju MAKN, madrasah unggulan kejuruan di kementerian agama," imbuhnya.
Nur Hasanah juga menegaskan bahwa transformasi bukan hanya reformasi administrasi, tetapi perubahan budaya mutu secara menyeluruh. Madrasah, menurutnya, harus mampu mengadopsi pola kerja industri—efisiensi, ketepatan, kompetensi, serta pembelajaran berbasis project dan praktik kerja.