Kementerian Kebudayaan Salurkan Bantuan Bencana Sumatra, 43 Cagar Budaya Terdampak
Tim langit 7
Kamis, 04 Desember 2025 - 19:09 WIB
Kementerian Kebudayaan Salurkan Bantuan Bencana Sumatra, 43 Cagar Budaya Terdampak
LANGIT7.ID–JAKARTA;Kementerian Kebudayaan RI menyampaikan duka cita mendalam atas terjadinya bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sebagai bentuk respon cepat dan komitmen untuk hadir bagi korban bencana, Kementerian Kebudayaan memberikan bantuan kemanusiaan untuk korban terdampak. Hal ini disampaikan dalam taklimat media yang bertempat di Gedung E Kemenbud, Senayan, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengungkapkan belasungkawa mendalam atas terjadinya bencana alam di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Bencana alam tersebut berdampak pada sejumlah cagar budaya dan unit kebudayaan. Sebagai tindak lanjut, Kementerian Kebudayaan telah menggalang dana yang akan disalurkan untuk pemulihan cagar budaya dan SDM kebudayaan di area terdampak.
“Kami, keluarga besar Kementerian Kebudayaan turut berduka atas terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumatra. Kementerian Kebudayaan telah bergotong royong untuk menggalang dana bantuan untuk tanggap bencana di tahap awal mitigasi ini. Kami telah menggalang dana kurang lebih 1,5 miliar, dan tentu nanti akan disalurkan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan yang ada di Aceh, Sumatera Utara, dan juga di Sumatera Barat,” ungkap Menbud dalam keterangan resmi, Kamis (4/12/2025).
Selain melakukan pengamanan terhadap cagar budaya, Menteri Fadli menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan terus memprioritaskan keselamatan SDM kebudayaan, termasuk juru pelihara yang berada di lapangan. Saat ini, terdapat tim gabungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan yang telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan asesmen kerusakan fisik cagar budaya, identifikasi tingkat urgensi konservasi, pengamanan koleksi dan artefak bergerak, serta dukungan untuk pegawai terdampak.
“Balai Pelestarian Kebudayaan juga berfungsi sebagai ujung tombak kita untuk menelaah, meneliti, dan mencari informasi terkait situs-situs dan cagar budaya yang terdampak. Dari beberapa hari belakangan, kita telah mendata kerusakan cagar budaya, di mana ternyata cukup banyak cagar budaya yang juga terdampak,” jelas Menbud Fadli.
Menbud Fadli kembali menekankan bahwa Kementerian Kebudayaan terus bersinergi dengan instansi lain dalam membantu proses mitigasi bencana. “Kami di Kementerian Kebudayaan terus mendukung proses mitigasi bencana sesuai dengan tugas dan fungsi. Kami mengerahkan tenaga untuk melakukan inventarisasi dan mengumpulkan data terkait cagar budaya maupun SDM yang terdampak. Kami tentu juga akan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memastikan perlindungan darurat cagar budaya sehingga berjalan cepat dan efektif. Nantinya, pemulihan akan dilakukan berdasarkan prioritas dan tingkat keparahan dampak,” imbuh Menteri Fadli.
Sebagai bentuk komitmen dalam melindungi dan melestarikan objek budaya, Kementerian Kebudayaan terus mendata kerusakan terhadap objek budaya yang terdampak bencana alam. Data terkini menunjukkan terdapat 43 cagar budaya yang terdampak: 34 dari Aceh, 7 dari Sumatra Utara, dan 2 cagar budaya dari Sumatra Barat. Beberapa cagar budaya tersebut di antaranya Rumah Tjong A Fie, Situs Bukit Kerang, Kompleks Masjid Tengku Di Kila, Rumah Rasuna Said, Kompleks Bangunan Masjid Tua Kebayakan, Kompleks Benteng Indrapatra, dan Jalur Kereta Api Sawahlunto.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengungkapkan belasungkawa mendalam atas terjadinya bencana alam di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Bencana alam tersebut berdampak pada sejumlah cagar budaya dan unit kebudayaan. Sebagai tindak lanjut, Kementerian Kebudayaan telah menggalang dana yang akan disalurkan untuk pemulihan cagar budaya dan SDM kebudayaan di area terdampak.
“Kami, keluarga besar Kementerian Kebudayaan turut berduka atas terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumatra. Kementerian Kebudayaan telah bergotong royong untuk menggalang dana bantuan untuk tanggap bencana di tahap awal mitigasi ini. Kami telah menggalang dana kurang lebih 1,5 miliar, dan tentu nanti akan disalurkan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan yang ada di Aceh, Sumatera Utara, dan juga di Sumatera Barat,” ungkap Menbud dalam keterangan resmi, Kamis (4/12/2025).
Selain melakukan pengamanan terhadap cagar budaya, Menteri Fadli menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan terus memprioritaskan keselamatan SDM kebudayaan, termasuk juru pelihara yang berada di lapangan. Saat ini, terdapat tim gabungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan yang telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan asesmen kerusakan fisik cagar budaya, identifikasi tingkat urgensi konservasi, pengamanan koleksi dan artefak bergerak, serta dukungan untuk pegawai terdampak.
“Balai Pelestarian Kebudayaan juga berfungsi sebagai ujung tombak kita untuk menelaah, meneliti, dan mencari informasi terkait situs-situs dan cagar budaya yang terdampak. Dari beberapa hari belakangan, kita telah mendata kerusakan cagar budaya, di mana ternyata cukup banyak cagar budaya yang juga terdampak,” jelas Menbud Fadli.
Menbud Fadli kembali menekankan bahwa Kementerian Kebudayaan terus bersinergi dengan instansi lain dalam membantu proses mitigasi bencana. “Kami di Kementerian Kebudayaan terus mendukung proses mitigasi bencana sesuai dengan tugas dan fungsi. Kami mengerahkan tenaga untuk melakukan inventarisasi dan mengumpulkan data terkait cagar budaya maupun SDM yang terdampak. Kami tentu juga akan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memastikan perlindungan darurat cagar budaya sehingga berjalan cepat dan efektif. Nantinya, pemulihan akan dilakukan berdasarkan prioritas dan tingkat keparahan dampak,” imbuh Menteri Fadli.
Sebagai bentuk komitmen dalam melindungi dan melestarikan objek budaya, Kementerian Kebudayaan terus mendata kerusakan terhadap objek budaya yang terdampak bencana alam. Data terkini menunjukkan terdapat 43 cagar budaya yang terdampak: 34 dari Aceh, 7 dari Sumatra Utara, dan 2 cagar budaya dari Sumatra Barat. Beberapa cagar budaya tersebut di antaranya Rumah Tjong A Fie, Situs Bukit Kerang, Kompleks Masjid Tengku Di Kila, Rumah Rasuna Said, Kompleks Bangunan Masjid Tua Kebayakan, Kompleks Benteng Indrapatra, dan Jalur Kereta Api Sawahlunto.