LANGIT7.ID–JAKARTA; Kementerian Kebudayaan RI menyampaikan duka cita mendalam atas terjadinya bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sebagai bentuk respon cepat dan komitmen untuk hadir bagi korban bencana, Kementerian Kebudayaan memberikan bantuan kemanusiaan untuk korban terdampak. Hal ini disampaikan dalam taklimat media yang bertempat di Gedung E Kemenbud, Senayan, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengungkapkan belasungkawa mendalam atas terjadinya bencana alam di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Bencana alam tersebut berdampak pada sejumlah cagar budaya dan unit kebudayaan. Sebagai tindak lanjut, Kementerian Kebudayaan telah menggalang dana yang akan disalurkan untuk pemulihan cagar budaya dan SDM kebudayaan di area terdampak.
“Kami, keluarga besar Kementerian Kebudayaan turut berduka atas terjadinya bencana banjir dan longsor di Sumatra. Kementerian Kebudayaan telah bergotong royong untuk menggalang dana bantuan untuk tanggap bencana di tahap awal mitigasi ini. Kami telah menggalang dana kurang lebih 1,5 miliar, dan tentu nanti akan disalurkan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan yang ada di Aceh, Sumatera Utara, dan juga di Sumatera Barat,” ungkap Menbud dalam keterangan resmi, Kamis (4/12/2025).
Selain melakukan pengamanan terhadap cagar budaya, Menteri Fadli menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan terus memprioritaskan keselamatan SDM kebudayaan, termasuk juru pelihara yang berada di lapangan. Saat ini, terdapat tim gabungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan yang telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan asesmen kerusakan fisik cagar budaya, identifikasi tingkat urgensi konservasi, pengamanan koleksi dan artefak bergerak, serta dukungan untuk pegawai terdampak.
“Balai Pelestarian Kebudayaan juga berfungsi sebagai ujung tombak kita untuk menelaah, meneliti, dan mencari informasi terkait situs-situs dan cagar budaya yang terdampak. Dari beberapa hari belakangan, kita telah mendata kerusakan cagar budaya, di mana ternyata cukup banyak cagar budaya yang juga terdampak,” jelas Menbud Fadli.
Menbud Fadli kembali menekankan bahwa Kementerian Kebudayaan terus bersinergi dengan instansi lain dalam membantu proses mitigasi bencana. “Kami di Kementerian Kebudayaan terus mendukung proses mitigasi bencana sesuai dengan tugas dan fungsi. Kami mengerahkan tenaga untuk melakukan inventarisasi dan mengumpulkan data terkait cagar budaya maupun SDM yang terdampak. Kami tentu juga akan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memastikan perlindungan darurat cagar budaya sehingga berjalan cepat dan efektif. Nantinya, pemulihan akan dilakukan berdasarkan prioritas dan tingkat keparahan dampak,” imbuh Menteri Fadli.
Sebagai bentuk komitmen dalam melindungi dan melestarikan objek budaya, Kementerian Kebudayaan terus mendata kerusakan terhadap objek budaya yang terdampak bencana alam. Data terkini menunjukkan terdapat 43 cagar budaya yang terdampak: 34 dari Aceh, 7 dari Sumatra Utara, dan 2 cagar budaya dari Sumatra Barat. Beberapa cagar budaya tersebut di antaranya Rumah Tjong A Fie, Situs Bukit Kerang, Kompleks Masjid Tengku Di Kila, Rumah Rasuna Said, Kompleks Bangunan Masjid Tua Kebayakan, Kompleks Benteng Indrapatra, dan Jalur Kereta Api Sawahlunto.
Hadir dalam taklimat media mendampingi Menteri Kebudayaan, yakni Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo; Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; dan Inspektur Jenderal, Fryda Lucyana. Turut hadir pula Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Ismunandar; Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis; Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, B.R.A Putri Woelan Sari Dewi; serta jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Kebudayaan.
Menutup taklimat, Menbud Fadli turut mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung upaya perlindungan warisan budaya serta membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak. Selain itu, Kementerian Kebudayaan terus memantau kondisi cagar budaya dan SDM kebudayaan yang terdampak banjir di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kementerian Kebudayaan turut mendukung upaya-upaya mitigasi, terutama terkait dengan aset-aset budaya seperti situs cagar budaya, artefak di museum, di rumah-rumah, dan aset-aset budaya lainnya. Kami, Keluarga besar Kementerian Kebudayaan sangat terbuka dan terus melakukan komunikasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan serta pihak lain untuk melakukan intervensi kebijakan sesuai dengan tusi dari Kementerian Kebudayaan,” tutup Menbud.
Data Cagar Budaya dan SDM Kebudayaan Terdampak Bencana Alam di SumatraData berikut merupakan hasil asesmen awal hingga 4 Desember 2025, yang dihimpun dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I, II, dan III. Pemutakhiran data dilakukan secara berkala.
Cagar Budaya yang Terdampak Berdasarkan Provinsi
Aceh: 34
Sumatra Utara: 7
Sumatra Barat: 2
Total: 43 Cagar Budaya terdampak
Jumlah Cagar Budaya dalam Kawasan Terdampak (Risk Exposure)
Baik dalam Tingkat Nasional, Provinsi, maupun Kabupaten/Kota
Aceh: 84
Sumatra Utara: 32
Sumatra Barat: 239
Total: 355
Dari total tersebut:
Cagar Budaya terdampak: 43
Cagar Budaya aman: 311
Total keseluruhan: 354
Daftar Cagar Budaya TerdampakA. Aceh (34 objek terdampak)
Kabupaten Pidie
1. Komplek Makam Putro Balee – Terendam banjir
2. Komplek Makam Sultan Ma’ruf Syah – Terdampak banjir
3. Komplek Bangunan Masjid Poteumereuhom – Tergenang banjir
4. Makam Putri Sani – Tergenang banjir
5. Makam Daeng Mansyur – Tergenang banjir
Kabupaten Pidie Jaya
6. Masjid Madinah, Meureudu – Terendam banjir & lumpur (berat)
7. Masjid Tgk. Pucok Krueng – Terendam banjir (berat)
Kabupaten Bireuen
8. Makam Tun Srilanang – Terendam banjir & lumpur (berat)
9. Masjid Tuha Bugeng – Terendam banjir & lumpur (berat)
Kabupaten Aceh Tengah
10. Situs Loyang Ujung Karang – Terkena longsor (berat)
11. Masjid Tua Kebayakan – Tergenang banjir
12. Masjid Baiturrahim, Rawe – Terendam banjir
13. Rumah Adat Toweren – Terendam banjir (parah)
Kabupaten Aceh Utara
14. Situs Cot Tgk. Sidi Abdullah – Terendam banjir
15. Makam Malikussaleh/Malikudhahir – Terendam banjir
16. Komplek Makam Sultanah Nahrisyah – Terendam banjir
17. Komplek Makam Sidi Abdullah – Terendam banjir
18. Komp. Makam Perdana Menteri Muhammad Yakob – Terendam banjir
19. Komp. Makam Batee Balee – Terendam banjir
20. Rumah Cut Meutia – Terendam banjir
21. Komp. Makam Said Syarif – Terendam banjir
22. Komp. Makam Tajul Muluk – Terendam banjir
23. Komp. Makam Raja Muhammad – Terendam banjir
24. Komp. Makam Raja Kanayan – Terendam banjir
25. Komp. Makam Naina Hisamuddin – Terendam banjir
Kabupaten Aceh Timur
26. Masjid Simpang Ulim – Tergenang banjir
Kabupaten Aceh Tamiang
27. Situs Bukit Kerang – Terendam banjir (parah)
28. Situs Bukit Remis – Terendam banjir (parah)
Kota Banda Aceh
29. Komplek Makam Meurah II – Tergenang air
Kabupaten Aceh Besar
30. Masjid Indrapuri & Benteng Indrapuri – Terancam abrasi sungai
31. Benteng Indrapatra – Tergenang air
32. Benteng Iskandar Muda – Tergenang air
33. Benteng Kuta Lubok – Tergenang air
Kabupaten Nagan Raya
34. Masjid Tengku Di Kila – Tergenang banjir
B. Sumatra Utara (7 objek terdampak)
Kota Medan
1. Rumah Tjong A Fie – Banjir masuk ke dalam bangunan
2. Masjid Raya Al Osmani – Banjir ke area masjid & makam
3. Masjid Raya Al Mahsun – Banjir di depan pagar masjid
Kabupaten Langkat
4. Masjid Azizi – Banjir masuk area masjid & komplek makam
Kabupaten Tapanuli Selatan
5. Bagas Godang Sipirok – Banjir
6. Masjid Sri Alam Dunia – Banjir
7. Bagas Godang Muaratais – Banjir
C. Sumatra Barat (2 terdampak)
Rumah Rasuna Said (Kab. Agam) – Terkena dampak banjir (menunggu konfirmasi)
Jalur Kereta Api Sawahlunto–Teluk Bayur (Kab. Pesisir Selatan) – Banyak segmen terdampak banjir & longsor
Dampak pada SDM KebudayaanSDM Kebudayaan terdampak (Instansi/Unit Kebudayaan):
Aceh: 1 orang
Sumatra Utara: 71 orang
Sumatra Barat: 0
Total SDM terdampak: 72 orang
Dampak pada Pegawai Kebudayaan(PNS, PPPK, PPNPN, juru pelihara)
PNS terdampak: 6
PPNPN terdampak: 7
Juru Pelihara PPPK: 6
Juru Pelihara PPNPN: 7
Total pegawai terdampak: 26
(lam)