Kemendikdasmen Percepat Pemulihan Sekolah Terdampak Banjir di Sumatera Utara
Lusi mahgriefie
Jum'at, 05 Desember 2025 - 07:30 WIB
Salah satu sekolah yang terkan banjir dan longsor di wilayah Sumatera Utara. Foto: Kemendikdasmen
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat langkah respons cepat dalam memastikan keberlangsungan layanan pendidikan di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatra Utara, pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut.
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, memimpin peninjauan langsung untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak serta memastikan proses pemulihan pembelajaran dapat segera dilaksanakan oleh satuan pendidikan terdampak.
"Kami dari Kemendikdasmen mengucapkan duka atas musibah banjir bandang maupun tanah longsor yang terjadi di Sumatra Utara," ujar Didik mengutip keterangan resmi, Jumat (5/12/2025).
Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat merupakan bentuk komitmen negara dalam memastikan hak anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi meskipun berada pada situasi kedaruratan.
Baca juga: Dukung Pelaksanaan Pendidikan di Daerah Bencana Sumatera, Kemendikdasmen Beri Bantuan Rp13,3 M
Selama peninjauan, Didik menemukan sejumlah sekolah mengalami kerusakan berat, termasuk bangunan yang tidak lagi layak digunakan. Pada beberapa lokasi, kondisi teknis menuntut perlunya relokasi. "Beberapa sekolah memang harus direlokasi karena secara teknis tidak mungkin lagi dibangun di situ. Untuk itu, kami melakukan pendataan agar penanganan dapat segera dilakukan," tegasnya.
Kemendikdasmen memberikan bantuan awal berupa pembersihan sekolah, penyediaan buku-buku, dan peralatan belajar. Pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan untuk mengganti perangkat pembelajaran yang rusak, termasuk Interactive Flat Panel (IFP)/Papan Interaktif Digital (PID), yang terdampak oleh bencana.
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Manajemen dan Kelembagaan, Didik Suhardi, memimpin peninjauan langsung untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak serta memastikan proses pemulihan pembelajaran dapat segera dilaksanakan oleh satuan pendidikan terdampak.
"Kami dari Kemendikdasmen mengucapkan duka atas musibah banjir bandang maupun tanah longsor yang terjadi di Sumatra Utara," ujar Didik mengutip keterangan resmi, Jumat (5/12/2025).
Ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat merupakan bentuk komitmen negara dalam memastikan hak anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi meskipun berada pada situasi kedaruratan.
Baca juga: Dukung Pelaksanaan Pendidikan di Daerah Bencana Sumatera, Kemendikdasmen Beri Bantuan Rp13,3 M
Selama peninjauan, Didik menemukan sejumlah sekolah mengalami kerusakan berat, termasuk bangunan yang tidak lagi layak digunakan. Pada beberapa lokasi, kondisi teknis menuntut perlunya relokasi. "Beberapa sekolah memang harus direlokasi karena secara teknis tidak mungkin lagi dibangun di situ. Untuk itu, kami melakukan pendataan agar penanganan dapat segera dilakukan," tegasnya.
Kemendikdasmen memberikan bantuan awal berupa pembersihan sekolah, penyediaan buku-buku, dan peralatan belajar. Pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan untuk mengganti perangkat pembelajaran yang rusak, termasuk Interactive Flat Panel (IFP)/Papan Interaktif Digital (PID), yang terdampak oleh bencana.