home global news

Jaringan Komunikasi Terputus, Pemulihan Internet Satelit dan Perbaikan BTS Dilakukan di Sumbar

Jum'at, 05 Desember 2025 - 08:20 WIB
Sejumlah rumah bendungan diterjang banjir bandang di kawasan Gunung Nago, Padang, Sumatera Barat, Jumat (28/11), dari foto udara. Sumber: Antara Foto/Iggoy el Fitra
Kendala komunikasi lantaran jaringan terputus pascabanjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, menjadi perhatian khusus. Sebab jaringan komunikasi menjadi salah satu aspek utama yang membantu penanganan darurat bencana bisa terlaksana.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memulihkan jaringan komunikasi di wilayah terdampak Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Upaya penanganan darurat dilakukan dengan pendistribusian internet satelit dan perbaikan BTS.

Melalui pengerahan personel di lapangan, jalur komunikasi yang terputus segera terkoneksi kembali. Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Monitor Kelas II Padang Kementerian Komdigi, Helmi. Komdigi membantu 32 unit internet satelit Starlink ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumbar. Dukungan tersebut untuk memastikan komunikasi yang membantu penanganan darurat terhubung kembali.

Baca juga:852 Desa di Aceh Utara Terendam Banjir, Warga Kelaparan Hingga Mayat Belum Dievakuasi, Bupati Nyatakan Tak Sanggup Atasi

Helmi mengatakan, bantuan alat satelit internet ini gratis. Ia menegaskan penggunaan fasilitas ini tidak dipungut biaya, ujarnya pada konferensi pers di Kantor Gubernur, dalam keterangan resminya, Rabu (3/12).

Di samping penyediaan alat tersebut, Komdigi juga memperbaiki BTS atau base transceiver station, yang rusak akibat banjir dan longsor.

Dari dasbor sistem informasi pemantauan, Helmi mengatakan kerusakan BTS sekitar 4% dari total BTS di Sumbar. Data per 3 Desember 2025, total jumlah BTS yang mengalami gangguan sejumlah 154 unit dari total 3.739 unit.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya