7 Tempat yang Paling Dicintai Rasulullah, Ternyata Tak Hanya di Mekah dan Madinah
Muhajirin
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 20:14 WIB
ilustrasi kaligrafi Nabi Muhammad di Masjid Aya Sofia, Turki (foto: langit7.id/istock)
Rasulullah SAW merupakan suri teladan bagi umat manusia. Setiap perbuatan dan perkataan beliau adalah pedoman. Jika ia mencintai sesuatu, maka sudah pasti umat Islam turut mencintai hal tersebut.
Nah, sahabat LANGIT7.ID, di bawah ini terdapat tujuh tempat yang sangat dicintai oleh Rasulullah SAW. Jika selama ini kita mengenal beberapa tempat yang masyhur, namun ternyata masih ada tempat lain yang sangat berkesan bagi baginda Nabi Muhammad SAW.Berikut daftar tujuh tempat tersebut:
1. Kota Mekkah
Rasulullah SAW lahir di Makkah. Ia tumbuh tumbuh dan menikah di kota tersebut. Dia juga memulai dakwah dari sana. Selain itu, ka’bah yang berada di Makkah menjadi kiblat (arah shalat) setiap umat Islam yang ada di muka bumi.
“Aku bersumpah demi Allah! Kamu adalah sebaik-baik tanah Allah dan kamu adalah tanah yang paling dicintai Allah.” (Shahih-At-Tirmidzi dan Ahmad)
Bahkan, terdapat keutamaan-keutamaan istimewa jika seseorang beribadah di Masjidil Haram. Misalnya terkait ganjaran bagi orang yang shalat di masjid tersebut. Sekali shalat di depan ka’bah setara dengan shalat 100.000 kali di masjid lain.
Nah, sahabat LANGIT7.ID, di bawah ini terdapat tujuh tempat yang sangat dicintai oleh Rasulullah SAW. Jika selama ini kita mengenal beberapa tempat yang masyhur, namun ternyata masih ada tempat lain yang sangat berkesan bagi baginda Nabi Muhammad SAW.Berikut daftar tujuh tempat tersebut:
1. Kota Mekkah
Rasulullah SAW lahir di Makkah. Ia tumbuh tumbuh dan menikah di kota tersebut. Dia juga memulai dakwah dari sana. Selain itu, ka’bah yang berada di Makkah menjadi kiblat (arah shalat) setiap umat Islam yang ada di muka bumi.
“Aku bersumpah demi Allah! Kamu adalah sebaik-baik tanah Allah dan kamu adalah tanah yang paling dicintai Allah.” (Shahih-At-Tirmidzi dan Ahmad)
Bahkan, terdapat keutamaan-keutamaan istimewa jika seseorang beribadah di Masjidil Haram. Misalnya terkait ganjaran bagi orang yang shalat di masjid tersebut. Sekali shalat di depan ka’bah setara dengan shalat 100.000 kali di masjid lain.