Muhammadiyah dan King Salman Relief Matangkan Rencana Kerja Sama Kemanusiaan Lintas Negara
Tim langit 7
Senin, 08 Desember 2025 - 09:56 WIB
Muhammadiyah dan King Salman Relief Matangkan Rencana Kerja Sama Kemanusiaan Lintas Negara
LANGIT7.ID–Jakarta;Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir, bertemu dengan Assistant General Supervisor for Operations and Programs King Salman Relief, Eng. Ahmed bin Ali Al-Baiz untuk membahas penguatan peran dunia Islam dalam bantuan kemanusiaan global.
Dilansir dari situs Muhammadiyah, pertemuan yang berlangsung di Kantor Pusat King Salman Relief, Riyadh, turut dihadiri Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, serta Ketua dan Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.
Menurut Muhammad Sayuti, diskusi berjalan hangat mengingat kedua lembaga memiliki kiprah luas dalam misi kemanusiaan internasional. King Salman Relief menyampaikan berbagai bentuk dukungan bagi warga terdampak konflik dan bencana di berbagai negara. Sementara itu, Muhammadiyah memaparkan pengalaman penanganan kemanusiaan di Turki, Palestina, Myanmar, Bangladesh, Pakistan, hingga Filipina. Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan bahwa Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah telah terverifikasi oleh World Health Organization (WHO) sebagai satu-satunya EMT dari Indonesia.
Sayuti menjelaskan bahwa Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir juga menegaskan bahwa tradisi kerelawanan dan respons kemanusiaan di Muhammadiyah telah dimulai sejak 1917, saat erupsi Gunung Kelud. Sejak saat itu Muhammadiyah bergerak melakukan mobilisasi relawan dan pengumpulan bantuan untuk korban bencana.
Pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan langkah menuju kerja sama formal di bidang kemanusiaan, meliputi penanganan tanggap darurat, pemulihan pascabencana, hingga program kesehatan untuk masyarakat miskin di berbagai negara.
Penguatan kolaborasi King Salman Relief dan Muhammadiyah dinilai sangat strategis mengingat keduanya menjadi bagian penting dari dunia Islam yang aktif dan berpengaruh dalam layanan kemanusiaan global.
Dilansir dari situs Muhammadiyah, pertemuan yang berlangsung di Kantor Pusat King Salman Relief, Riyadh, turut dihadiri Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, serta Ketua dan Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.
Menurut Muhammad Sayuti, diskusi berjalan hangat mengingat kedua lembaga memiliki kiprah luas dalam misi kemanusiaan internasional. King Salman Relief menyampaikan berbagai bentuk dukungan bagi warga terdampak konflik dan bencana di berbagai negara. Sementara itu, Muhammadiyah memaparkan pengalaman penanganan kemanusiaan di Turki, Palestina, Myanmar, Bangladesh, Pakistan, hingga Filipina. Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan bahwa Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah telah terverifikasi oleh World Health Organization (WHO) sebagai satu-satunya EMT dari Indonesia.
Sayuti menjelaskan bahwa Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir juga menegaskan bahwa tradisi kerelawanan dan respons kemanusiaan di Muhammadiyah telah dimulai sejak 1917, saat erupsi Gunung Kelud. Sejak saat itu Muhammadiyah bergerak melakukan mobilisasi relawan dan pengumpulan bantuan untuk korban bencana.
Pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan langkah menuju kerja sama formal di bidang kemanusiaan, meliputi penanganan tanggap darurat, pemulihan pascabencana, hingga program kesehatan untuk masyarakat miskin di berbagai negara.
Penguatan kolaborasi King Salman Relief dan Muhammadiyah dinilai sangat strategis mengingat keduanya menjadi bagian penting dari dunia Islam yang aktif dan berpengaruh dalam layanan kemanusiaan global.
(lam)