Djokovic Tolak Pensiun dan Diyakini Masih Bisa Tantang Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner di Level Grand Slam
Sururi al faruq
Senin, 08 Desember 2025 - 20:53 WIB
Djokovic Tolak Pensiun dan Diyakini Masih Bisa Tantang Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner di Level Grand Slam
LANGIT7.ID-Novak Djokovic tidak akan pensiun dalam waktu dekat, meski berusia 38 tahun dan menghadapi persaingan ketat di tenis profesional. Legenda Serbia itu telah mempertegas bahwa masa depannya akan ia tentukan sendiri. Mantan petenis peringkat satu Inggris, Greg Rusedski, baru-baru ini menjelaskan mengapa ia merasa Djokovic harus terus bermain jika masih menikmati olahraga ini.
Pernyataan Greg Rusedski tentang Novak Djokovic
Di usianya yang kini, Djokovic tetap menjadi salah satu pesaing terkeras di sirkuit tenis profesional. Pada 2025, ia mencapai semifinal di keempat turnamen Grand Slam, menjadikannya pemain tertua dalam Era Terbuka yang berhasil mencapai semifinal di setiap major dalam satu musim. Sejak memenangkan AS Terbuka 2023, ia terus mengejar gelar major (grand slam) ke-25 yang akan memecahkan rekor Margaret Court.
Dalam wawancara baru-baru ini di Hellenic Championship di Athena, Djokovic bersikap langsung mengenai masa depannya. Sang petenis menolak membahas rencana pensiun, dengan mengatakan ia bermain sesuai ritme dan syaratnya sendiri. Ia ingin terus bermain karena cinta akan persaingan, bukan karena harapan orang lain.
Rusedski, mantan petenis peringkat satu Inggris yang mencapai final AS Terbuka 1997, baru-baru ini menyampaikan pandangannya dalam wawancara dengan Tennis365. Rusedski meyakini bahwa rasa senang adalah faktor yang seharusnya menentukan apakah Djokovic terus bermain.
Petenis asal Britania Raya itu menyebut bahwa mengalahkan Carlos Alcaraz atau Jannik Sinner secara berturut-turut dalam format best-of-five set di sebuah grand slam adalah tugas yang sulit. "Bisakah dia mengalahkan Alcaraz dan Sinner dalam tiga dari lima set secara beruntun? Mungkin tidak. Mungkin di Wimbledon, tetapi jika dia masih menikmati tantangannya, mengapa tidak terus bertahan," kata Rusedski.
Finalis AS Terbuka 1997 itu mengatakan bahwa meski Djokovic membutuhkan sedikit keberuntungan untuk mengalahkan Alcaraz dan Sinner serta merebut sebuah Grand Slam, ia tidak akan mencoret sang petenis Serbia.
Pernyataan Greg Rusedski tentang Novak Djokovic
Di usianya yang kini, Djokovic tetap menjadi salah satu pesaing terkeras di sirkuit tenis profesional. Pada 2025, ia mencapai semifinal di keempat turnamen Grand Slam, menjadikannya pemain tertua dalam Era Terbuka yang berhasil mencapai semifinal di setiap major dalam satu musim. Sejak memenangkan AS Terbuka 2023, ia terus mengejar gelar major (grand slam) ke-25 yang akan memecahkan rekor Margaret Court.
Dalam wawancara baru-baru ini di Hellenic Championship di Athena, Djokovic bersikap langsung mengenai masa depannya. Sang petenis menolak membahas rencana pensiun, dengan mengatakan ia bermain sesuai ritme dan syaratnya sendiri. Ia ingin terus bermain karena cinta akan persaingan, bukan karena harapan orang lain.
Rusedski, mantan petenis peringkat satu Inggris yang mencapai final AS Terbuka 1997, baru-baru ini menyampaikan pandangannya dalam wawancara dengan Tennis365. Rusedski meyakini bahwa rasa senang adalah faktor yang seharusnya menentukan apakah Djokovic terus bermain.
Petenis asal Britania Raya itu menyebut bahwa mengalahkan Carlos Alcaraz atau Jannik Sinner secara berturut-turut dalam format best-of-five set di sebuah grand slam adalah tugas yang sulit. "Bisakah dia mengalahkan Alcaraz dan Sinner dalam tiga dari lima set secara beruntun? Mungkin tidak. Mungkin di Wimbledon, tetapi jika dia masih menikmati tantangannya, mengapa tidak terus bertahan," kata Rusedski.
Finalis AS Terbuka 1997 itu mengatakan bahwa meski Djokovic membutuhkan sedikit keberuntungan untuk mengalahkan Alcaraz dan Sinner serta merebut sebuah Grand Slam, ia tidak akan mencoret sang petenis Serbia.