Sinergi Asbisindo, BI, dan OJK Dorong Perbankan Syariah Sulsel Lebih Kompetitif
Tim langit 7
Senin, 15 Desember 2025 - 09:30 WIB
Sinergi Asbisindo, BI, dan OJK Dorong Perbankan Syariah Sulsel Lebih Kompetitif
LANGIT7.ID-Makassar; Penguatan kualitas sumber daya manusia kini menjadi fokus utama industri perbankan syariah di Sulawesi Selatan. Upaya tersebut tercermin dalam pelaksanaan Pelatihan Dasar Perbankan Syariah (PDPS) Asbisindo Sulawesi Selatan Tahun 2025 yang digelar pada 13–14 Desember 2025 di BSI UMKM Center Makassar.
Pelatihan ini menjadi titik temu strategis antara asosiasi industri dan regulator. Asbisindo Sulawesi Selatan menggandeng Bank Indonesia Sulawesi Selatan serta Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan untuk memperkuat fondasi kompetensi insan perbankan syariah melalui satu forum bersama.
Keterlibatan langsung Bank Indonesia dan OJK dalam pelatihan dasar ini menandai keseriusan regulator dalam memastikan pertumbuhan industri keuangan syariah berjalan seiring dengan peningkatan kualitas SDM. Forum PDPS juga dihadiri pimpinan bank umum syariah dan BPRS di Sulawesi Selatan, menunjukkan keselarasan arah antara kebijakan dan praktik industri.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Ketua DPW Asbisindo Sulsel yang juga Regional Chief Executive Officer BSI Makassar Sukma Dwie Priadi, Deputi Kepala BI Sulsel Wahyu Purnama A, serta Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi Perlindungan Konsumen dan Perizinan LJK OJK Sulawesi Selatan Arif Machfoed, didampingi jajaran Badan Penasihat Asbisindo, direksi BPRS, dan peserta PDPS.
Agenda pelatihan diawali dengan paparan Ketua DPW Asbisindo Sulsel yang menyoroti kondisi terkini pangsa pasar serta kinerja perbankan syariah di wilayah Sulawesi Selatan. Paparan tersebut menjadi pengantar diskusi mengenai tantangan dan peluang pengembangan industri ke depan, khususnya dari sisi kualitas SDM.
Bank Indonesia dan OJK kemudian menyampaikan pandangan masing-masing terkait arah penguatan industri. Kedua lembaga menegaskan pentingnya pertumbuhan perbankan syariah yang sehat, berdaya saing, dan tetap menjunjung tinggi prinsip perlindungan konsumen.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel Wahyu Purnama A menyampaikan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulsel.
Pelatihan ini menjadi titik temu strategis antara asosiasi industri dan regulator. Asbisindo Sulawesi Selatan menggandeng Bank Indonesia Sulawesi Selatan serta Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan untuk memperkuat fondasi kompetensi insan perbankan syariah melalui satu forum bersama.
Keterlibatan langsung Bank Indonesia dan OJK dalam pelatihan dasar ini menandai keseriusan regulator dalam memastikan pertumbuhan industri keuangan syariah berjalan seiring dengan peningkatan kualitas SDM. Forum PDPS juga dihadiri pimpinan bank umum syariah dan BPRS di Sulawesi Selatan, menunjukkan keselarasan arah antara kebijakan dan praktik industri.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Ketua DPW Asbisindo Sulsel yang juga Regional Chief Executive Officer BSI Makassar Sukma Dwie Priadi, Deputi Kepala BI Sulsel Wahyu Purnama A, serta Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi Perlindungan Konsumen dan Perizinan LJK OJK Sulawesi Selatan Arif Machfoed, didampingi jajaran Badan Penasihat Asbisindo, direksi BPRS, dan peserta PDPS.
Agenda pelatihan diawali dengan paparan Ketua DPW Asbisindo Sulsel yang menyoroti kondisi terkini pangsa pasar serta kinerja perbankan syariah di wilayah Sulawesi Selatan. Paparan tersebut menjadi pengantar diskusi mengenai tantangan dan peluang pengembangan industri ke depan, khususnya dari sisi kualitas SDM.
Bank Indonesia dan OJK kemudian menyampaikan pandangan masing-masing terkait arah penguatan industri. Kedua lembaga menegaskan pentingnya pertumbuhan perbankan syariah yang sehat, berdaya saing, dan tetap menjunjung tinggi prinsip perlindungan konsumen.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel Wahyu Purnama A menyampaikan, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulsel.