home sports

Petenis Diskors 12 Tahun dan Denda 1,7 Miliar Akibat 22 Pelanggaran Pengaturan Skor dalam Lima Bulan

Sabtu, 20 Desember 2025 - 12:32 WIB
Petenis Diskors 12 Tahun dan Denda 1,7 Miliar Akibat 22 Pelanggaran Pengaturan Skor dalam Lima Bulan
LANGIT7.ID-China; Petenis asal Tiongkok, Pang Renlong, dilarang bermain tenis selama 12 tahun setelah terbukti mengatur atau berusaha mengatur skor dalam 22 pertandingan hanya dalam kurun waktu lima bulan. Hal ini diumumkan oleh badan integritas olahraga tersebut pada Jumat.

International Tennis Integrity Agency (ITIA) menyatakan bahwa Pang, yang berusia 25 tahun dan bermain di World Tennis Tour (tingkat ketiga dalam tenis profesional), telah mengatur skor lima pertandingannya sendiri dan berupaya mengatur 17 pertandingan lainnya. Enam dari upaya tersebut berhasil. Semua pelanggaran ini terjadi antara Mei dan September 2024. Pang mengakui semua tuduhan dan melepaskan haknya untuk mengikuti sidang, sehingga tidak ada keputusan lengkap yang dipublikasikan dalam kasusnya.

Selain diskors, Pang juga dikenai denda sebesar Rp1,7 miliar (setara $110.000), di mana Rp1,1 miliar ($70.000) di antaranya ditangguhkan.

Dalam periode tersebut, Pang memainkan 26 pertandingan World Tennis dan satu pertandingan di level ATP Challenger Tour, dengan catatan 13 kemenangan dan 14 kekalahan. Peringkat tertingginya adalah No. 1.316 dunia, yang dicapai pada November 2024. Ia telah menjalani suspensi sementara sejak bulan itu.

Menurut sumber yang mengetahui kasus ini—yang berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang berbicara secara publik—kasus Pang terkait dengan kasus Li Wenfu dan Zhang Jin. Li dan Zhang masing-masing diskors selama dua tahun tiga bulan dan dua tahun pada November 2025 karena mengatur skor pertandingan untuk imbalan uang.

Suspensi sementara Pang diumumkan bersamaan dengan dua petenis lain yang juga diskors karena diduga melanggar aturan anti-korupsi, yaitu Jaimée Floyd-Angèle dari Prancis dan Anapat Timangkul dari Thailand.

Floyd-Angèle (25 tahun) diselidiki selama penyidikan terhadap Quentin Folliot, petenis Prancis yang didiskorsel 20 tahun lebih awal bulan ini akibat 27 pelanggaran anti-korupsi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya