MUI Ingatkan Publik Soal Agenda AS yang Mempolitisasi Label Antisemitisme
Tim langit 7
Senin, 29 Desember 2025 - 10:12 WIB
MUI Ingatkan Publik Soal Agenda AS yang Mempolitisasi Label Antisemitisme
LANGIT7.ID-Jakarta; Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperingatkan masyarakat global terkait manuver Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) melalui Kantor Utusan Khusus Pemantau dan Pemberantasan Antisemitisme. Lembaga yang saat ini dipimpin oleh Rabi Yehuda Kaploun tersebut dinilai membawa agenda terselubung untuk mengamankan kepentingan politik sepihak di tengah meningkatnya solidaritas dunia untuk Palestina.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI), Prof Sudarnoto Abdul Hakim, mengidentifikasi adanya kaitan erat antara pembentukan kantor ini dengan upaya meredam gelombang resistensi terhadap Zionisme. Menurutnya, program ini berisiko disalahgunakan untuk melabeli kritik kemanusiaan sebagai bentuk kebencian etnis.
"Pelabelan dan narasi seperti ini tentu sangat menyesatkan dan menbahayakan karena itu harus ada perlawanan dan gerakan yang mengkonter narasi dan labeling ini," tegas Prof Sudarnoto, dilansir dari situs MUI, Senin (29/12/2025).
Kritik Zionisme Bukan Kebencian Rasial
MUI menekankan bahwa advokasi hak asasi manusia dan kecaman terhadap penjajahan Israel adalah murni isu keadilan universal. Menyamakan kritik kebijakan politik dengan sentimen anti-agama dianggap sebagai distorsi fakta yang fatal.
"Oleh karena itu, penyamaan antara kritik terhadap Israel dengan anti-Semitisme merupakan kesalahan dan kebodohan besar yang berpotensi menyesatkan opini publik dan menghambat upaya penegakan keadilan dan perdamaian internasional," lanjutnya.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI), Prof Sudarnoto Abdul Hakim, mengidentifikasi adanya kaitan erat antara pembentukan kantor ini dengan upaya meredam gelombang resistensi terhadap Zionisme. Menurutnya, program ini berisiko disalahgunakan untuk melabeli kritik kemanusiaan sebagai bentuk kebencian etnis.
"Pelabelan dan narasi seperti ini tentu sangat menyesatkan dan menbahayakan karena itu harus ada perlawanan dan gerakan yang mengkonter narasi dan labeling ini," tegas Prof Sudarnoto, dilansir dari situs MUI, Senin (29/12/2025).
Kritik Zionisme Bukan Kebencian Rasial
MUI menekankan bahwa advokasi hak asasi manusia dan kecaman terhadap penjajahan Israel adalah murni isu keadilan universal. Menyamakan kritik kebijakan politik dengan sentimen anti-agama dianggap sebagai distorsi fakta yang fatal.
"Oleh karena itu, penyamaan antara kritik terhadap Israel dengan anti-Semitisme merupakan kesalahan dan kebodohan besar yang berpotensi menyesatkan opini publik dan menghambat upaya penegakan keadilan dan perdamaian internasional," lanjutnya.