Muhammadiyah Standarisasi Manajemen Masjid Nasional, Adopsi Kesuksesan Jogokariyan
Tim langit 7
Senin, 29 Desember 2025 - 12:18 WIB
Muhammadiyah Standarisasi Manajemen Masjid Nasional, Adopsi Kesuksesan Jogokariyan
LANGIT7.ID-Jakarta; Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menjadikan Masjid Jogokariyan sebagai model percontohan (pilot project) untuk standarisasi pengelolaan masjid persyarikatan di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh aset masjid Muhammadiyah mampu menjadi pusat penggerak ekonomi dan sosial, tidak hanya sebagai tempat ritual ibadah.
Berbeda dengan manajemen masjid konvensional, Jogokariyan menekankan pada perputaran kas saldo nol rupiah. Seluruh dana yang masuk langsung dialokasikan untuk kebutuhan jemaah, sehingga tidak ada dana yang mengendap tanpa manfaat nyata.
“Karena pengelolaannya yang luar biasa, akhirnya masjid di Jogokariyan ini menjadi masjid teladan. Masjid yang menjadi rujukan dan bahkan dikenal masyarakat luas secara mungkin nasional lah, saya sebutkan seperti itu,” ujar Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Izzul Muslimin, dilansir dari situs Muhammadiyah, Senin (29/12/2025).
Strategi Kolaborasi Dua Lembaga
Untuk mereplikasi keberhasilan tersebut ke ribuan cabang dan ranting lainnya, Muhammadiyah menerapkan pembagian peran strategis antara dua lembaga internal:
- Majelis Tabligh: Bertanggung jawab penuh pada penguatan kualitas mubaligh dan konten dakwah.
Berbeda dengan manajemen masjid konvensional, Jogokariyan menekankan pada perputaran kas saldo nol rupiah. Seluruh dana yang masuk langsung dialokasikan untuk kebutuhan jemaah, sehingga tidak ada dana yang mengendap tanpa manfaat nyata.
“Karena pengelolaannya yang luar biasa, akhirnya masjid di Jogokariyan ini menjadi masjid teladan. Masjid yang menjadi rujukan dan bahkan dikenal masyarakat luas secara mungkin nasional lah, saya sebutkan seperti itu,” ujar Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Izzul Muslimin, dilansir dari situs Muhammadiyah, Senin (29/12/2025).
Strategi Kolaborasi Dua Lembaga
Untuk mereplikasi keberhasilan tersebut ke ribuan cabang dan ranting lainnya, Muhammadiyah menerapkan pembagian peran strategis antara dua lembaga internal:
- Majelis Tabligh: Bertanggung jawab penuh pada penguatan kualitas mubaligh dan konten dakwah.