Tujuh Pesan Memasuki Tahun 2026
Tim langit 7
Selasa, 30 Desember 2025 - 14:57 WIB
Tujuh Pesan Memasuki Tahun 2026
Oleh: Shamsi Ali Al-Nuyorki
LANGIT7.ID-Memasuki akhir tahun 2025 ini, saya ingin berbagi, atau lebih tepatnya mengingatkan, untuk kita semua tentang tujuh hal sebagai bekal penting memasuki tahun 2026. Semoga tujuh hal ini dapat menjadi pengingat menuju tahun depan yang lebih baik, penuh berkah, dan menjadi jalan kemenangan bagi kita.
Awal tahun baru memang terasa seperti halaman baru yang dapat kita isi dengan cita-cita dan harapan dalam membangun hubungan yang lebih dalam dengan sang Pencipta dan sesama. Harapannya semoga ketujuh hal di bawah ini dapat membentuk perjalanan kita, terutama bagi kita yang tinggal di Amerika Serikat dan di dunia Barat, di mana hiruk‑pikuk “fulus” (duniawi) sering menenggelamkan panggilan jiwa dan nurani kemanusiaan kita.
1. Sadari, misi hidup anda lebih dari sekadar sepiring nasi. Kita tidak hanya mencari pengisi perut atau sekedar memburu isi dompet dari bulan ke bulan. Keberadaan kita di dunia, dengan segala peluang dan tantangannya, adalah kesempatan untuk memenuhi misi yang lebih mulia. Ketika kita mengingat bahwa hidup adalah amanah dari Allah, setiap tindakan dan langkah hidup menjadi ibadah, bukan sekadar jalan untuk bertahan hidup.
2. Berpegang teguhlah selalu dengan tali (حبل) yang kuat bersama Allah dan sesama. Al-Quran mengingatkan: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah dan jangan berpisah” (Ali Imran: 103). Tali ini memiliki dua dimensi: hubungan kita dengan Allah (hablun minallah) dan hubungan kita dengan manusia (hablun minan naas). Memperkuat kedua ikatan ini membuat kita tetap tegak dan kuat mengarungi bahtera kehidupan.
3. Jaga dan banggalah dengan identitas kita. Identitas yang menjadi sumber keindahan dan kekuatan. Identitas Islam kita suci; ia adalah sumber keindahan batin dan ketahanan hidup. Ketika dunia mencoba menakut‑takuti atau merendahkan kita, ingatlah bahwa agama (deen) adalah hadiah yang memberdayakan kita untuk berdiri tegak, tak tergoyahkan oleh intimidasi apapun.
4. Lanjutkan langkah-langkah perjuangan dengan visi besar untuk kemenangan (al‑falaah) dunia dan akhirat. Kesuksesan sejati dan sempurna (al‑falaah) adalah keseimbangan antara pencapaian duniawi dan pahala ukhrawi yang abadi. Biarkan visi ini memicu pemberdayaan berkelanjutan, sebagaimana juga terinspirasi oleh saudara kita Zohran Mamdani, di saat kita berjuang untuk kesuksesan dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas dengan ridha Ilahi.
LANGIT7.ID-Memasuki akhir tahun 2025 ini, saya ingin berbagi, atau lebih tepatnya mengingatkan, untuk kita semua tentang tujuh hal sebagai bekal penting memasuki tahun 2026. Semoga tujuh hal ini dapat menjadi pengingat menuju tahun depan yang lebih baik, penuh berkah, dan menjadi jalan kemenangan bagi kita.
Awal tahun baru memang terasa seperti halaman baru yang dapat kita isi dengan cita-cita dan harapan dalam membangun hubungan yang lebih dalam dengan sang Pencipta dan sesama. Harapannya semoga ketujuh hal di bawah ini dapat membentuk perjalanan kita, terutama bagi kita yang tinggal di Amerika Serikat dan di dunia Barat, di mana hiruk‑pikuk “fulus” (duniawi) sering menenggelamkan panggilan jiwa dan nurani kemanusiaan kita.
1. Sadari, misi hidup anda lebih dari sekadar sepiring nasi. Kita tidak hanya mencari pengisi perut atau sekedar memburu isi dompet dari bulan ke bulan. Keberadaan kita di dunia, dengan segala peluang dan tantangannya, adalah kesempatan untuk memenuhi misi yang lebih mulia. Ketika kita mengingat bahwa hidup adalah amanah dari Allah, setiap tindakan dan langkah hidup menjadi ibadah, bukan sekadar jalan untuk bertahan hidup.
2. Berpegang teguhlah selalu dengan tali (حبل) yang kuat bersama Allah dan sesama. Al-Quran mengingatkan: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah dan jangan berpisah” (Ali Imran: 103). Tali ini memiliki dua dimensi: hubungan kita dengan Allah (hablun minallah) dan hubungan kita dengan manusia (hablun minan naas). Memperkuat kedua ikatan ini membuat kita tetap tegak dan kuat mengarungi bahtera kehidupan.
3. Jaga dan banggalah dengan identitas kita. Identitas yang menjadi sumber keindahan dan kekuatan. Identitas Islam kita suci; ia adalah sumber keindahan batin dan ketahanan hidup. Ketika dunia mencoba menakut‑takuti atau merendahkan kita, ingatlah bahwa agama (deen) adalah hadiah yang memberdayakan kita untuk berdiri tegak, tak tergoyahkan oleh intimidasi apapun.
4. Lanjutkan langkah-langkah perjuangan dengan visi besar untuk kemenangan (al‑falaah) dunia dan akhirat. Kesuksesan sejati dan sempurna (al‑falaah) adalah keseimbangan antara pencapaian duniawi dan pahala ukhrawi yang abadi. Biarkan visi ini memicu pemberdayaan berkelanjutan, sebagaimana juga terinspirasi oleh saudara kita Zohran Mamdani, di saat kita berjuang untuk kesuksesan dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas dengan ridha Ilahi.