home masjid

CahayaDhuha: Abdullah Bin Salam RA

Ahad, 04 Januari 2026 - 11:36 WIB
CahayaDhuha: Abdullah Bin Salam RA
LANGIT7.ID-Abdullah bin Salam adalah salah seorang ulamanya kaum Yahudi di Madinah. Ketika Nabi telah sampai di Madinah, ia penasaran dengan pengakuan kenabian, karena itu ia segera menemui beliau. Sebagian riwayat menyebutkan, ia telah siap menyambut dan menemui beliau di Quba karena mengetahui rencana kedatangan beliau.

Ketika telah bertemu beliau ia berkata, "Sesungguhnya aku akan bertanya kepadamu tentang tiga hal, yang tidak diketahui kecuali oleh seorang Nabi. Yakni, apakah permulaan tanda-tanda kiamat, apakah makanan pertama yang dimakan penduduk surga, dan apa sebabnya anak menyerupai ayahnya dan juga ibunya?"

Nabi SAW tersenyum mendengar penuturan tersebut dan berkata bahwa Malaikat Jibril baru saja memberitahukan tentang perkara-perkara tersebut. Tetapi Abdullah bin Salam menyatakan bahwa Malaikat Jibril tersebut adalah musuh dari kaum Yahudi, karena itu ia tidak percaya dengan penuturannya.

Sekali lagi beliau tersenyum tanpa terlalu mendebatnya, kemudian bersabda, "Permulaan tanda kiamat, adalah munculnya api yang mengumpulkan manusia dari arah timur ke barat. Dan makanan pertama dari penduduk surga adalah tambahan hati ikan Hut. Mengenai keserupaan seorang anak, apabila air mani (sperma) sang bapak mendahului air mani (sel telur) sang ibu, maka anak tersebut akan menyerupai bapaknya. Sebaliknya, jika air mani (sel telur) ibunya mendahului air mani (sperma) bapaknya, maka anak tersebut akan menyerupai ibunya."

Sungguh bijak sekali Nabi SAW tidak mendebatnya masalah Malaikat Jibril. Tetapi begitu jawaban melalui Malaikat Jibril tersebut disampaikan, Abdullah bin Salam langsung mengucap syahadat untuk memeluk Islam tanpa sedikitpun keraguan. Kemudian ia berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang Yahudi itu kaum pendusta. Jika mereka mengetahui keislamanku sebelum engkau bertanya kepada mereka, tentu mereka akan menyebutku pendusta…"

Tidak berapa lama, beberapa orang Yahudi mendatangi Nabi SAW, segera saja Abdullah bin Salam bersembunyi. Beliau bertanya kepada mereka, “Bagaimana kedudukan Abdullah bin Salam di antara kalian?”

Merekapun menjelaskan, "Dia adalah orang yang terpandai di antara kami, dan anak dari orang yang terpandai di antara kami. Dia adalah orang yang terbaik di antara kami, anak dari orang yang terbaik di antara kami."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya