home global news

Fenomena "Gegar Peran" Hantui 2026: Inspark Indonesia Ungkap Iklan KFC 100% AI Jadi Sinyal Bahaya

Kamis, 08 Januari 2026 - 12:00 WIB
Founder & CEO Inspark Indonesia, Dr. Wahyu T. Setyobudi. Dok: Istimewa
LANGIT7.ID-Jakarta; Tahun 2026 dibuka dengan peringatan serius bagi para profesional di Indonesia. Lembaga inovasi dan strategi, Inspark Indonesia, melalui laporan terbarunya Inspark Insight, membongkar fenomena "Gegar Peran"—sebuah kondisi di mana kecerdasan buatan (AI) mulai mengambil alih pekerjaan yang sebelumnya dianggap mustahil digantikan mesin: kreativitas dan analisis kompleks.

Laporan ini menyoroti kasus viral iklan video KFC di akhir tahun 2024 yang 100% diproduksi oleh AI Generatif. Tanpa lokasi syuting, tanpa aktor manusia, dan tanpa kru kamera, iklan tersebut tetap tayang memukau. Dalam analisisnya, tim riset Inspark menyebut fenomena ini "Mind Blowing" sekaligus mengkhawatirkan karena memicu pertanyaan besar tentang masa depan videografer, penulis naskah, dan insan periklanan.

Founder Inspark: "Jangan Takut, Tapi Jadilah 'Bos' bagi AI"

Menanggapi cepatnya laju teknologi ini, Founder & CEO Inspark Indonesia, Dr. Wahyu T. Setyobudi, menegaskan dalam catatan strategisnya bahwa ketakutan tidak akan menjadi solusi.

"Sesuai prediksi lembaga global, tahun ini perkembangan AI makin cepat. Kunci agar tetap relevan adalah daya adaptasi," ujar Wahyu dalam laporan tersebut, Kamis (8/1/2026).

Sosok yang juga dikenal sebagai akademisi dan pakar inovasi ini menekankan pentingnya kompetensi Augmented Intelligence. Menurut Wahyu, profesional tidak boleh lagi bekerja seperti robot, tetapi harus mampu memimpin robot.

"Kita harus mampu mensinergikan kecerdasan buatan dengan daya pikir kritis manusia," tegas Wahyu. Baginya, masa depan adalah era kolaborasi, bukan kompetisi head-to-head dengan mesin.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya