home global news

Dengan Menimbun Berton-ton Pasir ke Laut Selama 12 Tahun, China Berhasil Menciptakan Pulau Baru Yang Mewah

Ahad, 11 Januari 2026 - 22:07 WIB
Dengan Menimbun Berton-ton Pasir ke Laut Selama 12 Tahun, China Berhasil Menciptakan Pulau Baru Yang Mewah
LANGIT7.ID-China; Awalnya, itu tampak seperti fatamorgana — gumpalan warna krem di atas biru pekat Laut China Selatan. Lalu, bentuknya menajam menjadi jalan-jalan, kubah radar, sebuah landasan pacu yang membentang lurus sempurna di atas wilayah yang, satu dekade sebelumnya, hanyalah air. Udara terasa beraroma solar, logam panas, dan garam basah. Burung laut berputar-putar di atas pemecah ombak beton yang tidak ada di peta mana pun ketika para rekrutan hari ini masih di sekolah dasar.

Kapten kapal tidak berusaha menyembunyikan kekagumannya. "Ini dulunya lautan terbuka," gumamnya, setengah kepada dirinya sendiri, setengah kepada siapa pun. "Tidak ada apa-apa di sini." Kini, ada lampu sorot, derek, helipad, dan sederet pohon muda yang berjuang bertahan di tanah impor. Semuanya bertumpu pada pasir yang dulu diam terbaring di dasar laut.

Selama 12 tahun, China telah menimbun pasir itu ke laut, mengubah gosong pasir menjadi pulau dan karang kosong menjadi pos terdepan yang diperkuat. Pertanyaan yang menggerogoti semua pihak di sekitarnya sederhana, meski jawabannya tidak.

Bagaimana China Mengubah Karang Kosong Menjadi Daratan Padat

Pada gambar satelit, transformasinya terlihat hampir seperti sulap time-lapse. Satu tahun Anda melihat lingkaran karang memutih, yang nyaris tidak muncul ke permukaan saat air surut. Beberapa tahun kemudian, ada percikan putih dan abu-abu geometris yang cerah, bertepi garis lurus yang hanya ditarik oleh manusia. Insinyur menyebutnya "reklamasi lahan". Penduduk lokal, yang melihat tempat penangkapan ikan mereka menyusut, cenderung menggunakan kata-kata yang lebih keras.

China berfokus pada sebaran karang dan dataran surut di Kepulauan Spratly, di salah satu laut paling diperebutkan di dunia. Kapal keruk menyedot pasir dari dasar laut dan memompanya ke atas struktur rapuh ini, membangunnya lapis demi lapis. Kecepatannya menakjubkan. Di beberapa tempat, yang pada 2013 tampak seperti noda kabur, telah menjadi jalur sepanjang 3 km yang layak untuk landasan pacu pada 2016. Itu bukan sekadar konstruksi. Itu adalah penulisan ulang peta.

Antara 2013 dan 2016 saja, kru China menciptakan lebih dari 1.200 hektar daratan baru di Spratly — kira-kira setara dengan 1.600 lapangan sepak bola, yang disulap dari air asin dan sedimen. Mischief Reef, sebelumnya nama yang hanya dikenal pelaut dan pengacara, kini memiliki landasan pacu panjang, hanggar, dan peralatan radar. Fiery Cross Reef, yang dulunya tebing terpencil yang diterjang ombak, telah menjadi pulau lengkap dengan pelabuhan dalam, penyimpanan bahan bakar, dan tempat perlindungan yang dikeraskan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya