Lewat Program Lapak BSI, Bank Syariah Indonesia Dorong Digitalisasi Pelaku Usaha Mikro
Tim langit 7
Senin, 12 Januari 2026 - 15:07 WIB
Lewat Program Lapak BSI, Bank Syariah Indonesia Dorong Digitalisasi Pelaku Usaha Mikro
LANGIT7.ID-Jakarta; PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendorong optimalisasi transformasi digital salah satunya melalui ekosistem pasar. Langkah ini diambil sebagai upaya mendekatkan layanan BSI ke seluruh segmen nasabah termasuk penetrasi produk keuangan syariah di masyarakat.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan bahwa "Kami terus berupaya meningkatkan angka literasi dan inklusi keuangan syariah di Tanah Air, salah satunya melalui perluasan akses jaringan layanan BSI di masyarakat. Untuk itu, tahun ini kami juga menyasar ekosistem pasar tradisonal melalui pembukaan Layanan Pasar dan Pengusaha UMKM (Lapak) BSI," ujar dia dalam keterangan resmi, Senin (12/1/2026).
Lapak BSI bisa melayani berbagai layanan syariah diantaranya, pembukaan rekening, layanan emas seperti cicilan emas, gadai emas, Bank EMAS melalui BYOND, pembiayaan KUR syariah, konsultasi perbankan syariah, business matching dan kolaborasi BSI Agen serta transaksi lainnya.
Anggoro mengatakan, Lapak BSI ini merupakan gerai perbankan syariah yang ada di pasar-pasar yang pada tahap awal ini telah dibuka 28 titik yang tersebar di Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Makassar. Layanan ini tidak hanya mendekatkan layanan dan memberdayakan UKM, tapi juga turut mendorong digitalisasi pasar. Lapak BSI ini juga menjadi media literasi dan inklusi keuangan syariah supaya lebih masif, terutama dalam mendukung sektor UMKM. Ini menjadi bukti bahwa BSI hadir lebih dekat dengan denyut nadi ekonomi masyarakat. Dari pasar tradisional hingga pusat komunitas, BSI menjadi mitra tumbuh Bersama". ujarnya.
Sejalan dengan komitmen perusahaan untuk terus bertransformasi digital, komitmen BSI untuk mendorong UMKM naik kelas. Mulai dari pendampingan usaha, penyediaan layanan keuangan syariah hingga akses pembiayaan yang berkelanjutan.
Secara nasional, transformasi digital BSI sudah masuk ke ekosistem transaksi yang semakin meluas di BSI EDC dan BSI QRIS. Hingga November 2025, jumlah EDC mencapai lebih dari 21ribu merchant dan jumlah QRIS mencapai 551 ribu di seluruh Indonesia. Angka ini meningkat seiring dengan banyaknya segmen usaha yang sudah mulai menggunakan e-channel BSI dan juga kemudahan layanan kompetitif dan lengkap. Untuk itu, Lapak BSI ini diharapkan bisa menjadi salah satu entry gate untuk meningkatkan penetrasi digital bagi pelaku usaha.
Anggoro menambahkan “Transformasi digital menjadi salah satu pondasi untuk memperluas pangsa pasar layanan BSI kedepan. Inisiatif digitalisasi pasar tradisional dirancang untuk menjangkau segmen masyarakat yang perputaran ekonominya di pasar”,ujarnya.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan bahwa "Kami terus berupaya meningkatkan angka literasi dan inklusi keuangan syariah di Tanah Air, salah satunya melalui perluasan akses jaringan layanan BSI di masyarakat. Untuk itu, tahun ini kami juga menyasar ekosistem pasar tradisonal melalui pembukaan Layanan Pasar dan Pengusaha UMKM (Lapak) BSI," ujar dia dalam keterangan resmi, Senin (12/1/2026).
Lapak BSI bisa melayani berbagai layanan syariah diantaranya, pembukaan rekening, layanan emas seperti cicilan emas, gadai emas, Bank EMAS melalui BYOND, pembiayaan KUR syariah, konsultasi perbankan syariah, business matching dan kolaborasi BSI Agen serta transaksi lainnya.
Anggoro mengatakan, Lapak BSI ini merupakan gerai perbankan syariah yang ada di pasar-pasar yang pada tahap awal ini telah dibuka 28 titik yang tersebar di Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Makassar. Layanan ini tidak hanya mendekatkan layanan dan memberdayakan UKM, tapi juga turut mendorong digitalisasi pasar. Lapak BSI ini juga menjadi media literasi dan inklusi keuangan syariah supaya lebih masif, terutama dalam mendukung sektor UMKM. Ini menjadi bukti bahwa BSI hadir lebih dekat dengan denyut nadi ekonomi masyarakat. Dari pasar tradisional hingga pusat komunitas, BSI menjadi mitra tumbuh Bersama". ujarnya.
Sejalan dengan komitmen perusahaan untuk terus bertransformasi digital, komitmen BSI untuk mendorong UMKM naik kelas. Mulai dari pendampingan usaha, penyediaan layanan keuangan syariah hingga akses pembiayaan yang berkelanjutan.
Secara nasional, transformasi digital BSI sudah masuk ke ekosistem transaksi yang semakin meluas di BSI EDC dan BSI QRIS. Hingga November 2025, jumlah EDC mencapai lebih dari 21ribu merchant dan jumlah QRIS mencapai 551 ribu di seluruh Indonesia. Angka ini meningkat seiring dengan banyaknya segmen usaha yang sudah mulai menggunakan e-channel BSI dan juga kemudahan layanan kompetitif dan lengkap. Untuk itu, Lapak BSI ini diharapkan bisa menjadi salah satu entry gate untuk meningkatkan penetrasi digital bagi pelaku usaha.
Anggoro menambahkan “Transformasi digital menjadi salah satu pondasi untuk memperluas pangsa pasar layanan BSI kedepan. Inisiatif digitalisasi pasar tradisional dirancang untuk menjangkau segmen masyarakat yang perputaran ekonominya di pasar”,ujarnya.