Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 18 Agustus 2026
home sosok muslim detail berita

Obituari KH Junaidi: Ulama Ramah, Ahli Fatwa, dan Teladan MUI

ahmad zuhdi Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:37 WIB
Obituari KH Junaidi: Ulama Ramah, Ahli Fatwa, dan Teladan MUI
LANGIT7.ID, Jakarta; - ‎Duka mendalam menyelimuti Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas wafatnya Ketua Komisi Fatwa MUI sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Jatipulo, Serang, Banten, KH Junaidi, pada Ahad (16/8/2026) pukul 08.45 WIB. Berpulangnya KH Junaidi dirasakan sebagai kehilangan besar bagi umat Islam.

‎Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, menyampaikan duka cita mendalam dan mengenang almarhum sebagai ulama yang hangat, humoris, serta kaya ilmu.

“Allah SWT mengangkat ilmu tidak dengan ilmu yang dihilangkan, tapi dengan cara diangkat ulamanya. Beliau dipanggil oleh Allah sebagai bagian dari mulai menguranginya ilmu agama di tengah-tengah masyarakat,” ujar Kiai Cholil, dikutip laman MUI, Selasa (18/8/2026).

‎Kiai Cholil mengungkapkan bahwa KH Junaidi selalu berkesan bagi siapa pun karena keramahan, kepribadian yang terbuka, dan murah senyum (basathatul wajhi). Almarhum tidak pernah membeda-bedakan orang berdasarkan usia, menghormati yang muda maupun yang tua, serta menyampaikan pandangan yang sarat referensi keagamaan kuat.

‎‎Selain itu, almarhum selalu tenang dan menikmati setiap proses penyelesaian masalah. “Tiga ciri itu yang saya kenang dari beliau. Mudah-mudahan amal baiknya diterima oleh Allah SWT dan seluruh dosa-dosanya diampuni,” doa Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah Depok sekaligus Ketua Badan Pengurus DSN MUI tersebut.

‎Senada dengan Kiai Cholil, Prof KH Asrorun Niam Sholeh mengenang almarhum sebagai figur ulama yang berintegritas tinggi, faqih, ikhlas, aktif, zuhud, wara’, serta senantiasa tampil sederhana dalam kesehariannya. Prof Niam menilai almarhum memiliki kedalaman ilmu keagamaan yang luar biasa, di mana setiap pembahasan hukum Islam maupun pengambilan keputusan fatwa selalu berlandaskan argumentasi yang kokoh.

‎"Setiap ucapan dan penyampaian almarhum selalu merujuk pada kitab-kitab klasik (turats) dengan referensi keilmuan yang sangat kaya," ungkap Prof Niam.

‎‎Di tengah amanah yang diemban, almarhum tetap menunjukkan karakter yang bersahaja namun sangat serius dalam menjalankan tanggung jawab keilmuannya.

‎Bagi Prof Niam, perpaduan antara kapasitas keilmuan, keikhlasan, zuhud, dan wara’ itulah yang membuat KH Junaidi memiliki tempat istimewa di lingkungan MUI. Kepergiannya bukan sekadar kehilangan pengurus, melainkan kehilangan ulama yang ikut menjaga tradisi keilmuan Islam dalam perumusan fatwa.

‎Kini, sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk ilmu dan pengabdian itu telah berpulang. Yang tersisa adalah ilmu, keteladanan, serta jejak pengabdian yang diharapkan terus memberi manfaat bagi umat.

‎Wafatnya KH Junaidi menjadi pengingat bagi keluarga besar MUI bahwa seorang ulama tidak hanya dikenang karena jabatan atau keluasan ilmunya, tetapi juga karena akhlak dan cara hidupnya.

Prof Niam memanjatkan doa agar seluruh pengabdian dan keikhlasan almarhum diterima sebagai amal saleh dan menjadi bekal terbaik di hadapan Allah SWT. “Semoga beliau menjadi ahlil jannah (penduduk surga),” tuturnya.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 18 Agustus 2026
Imsak
04:33
Shubuh
04:43
Dhuhur
12:00
Ashar
15:20
Maghrib
17:57
Isya
19:07
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan