Kementerian Kebudayaan Gelar Indonesian Cultural Outlook 2026, Perkuat Diplomasi Budaya dan Kemitraan Strategis Global
Tim langit 7
Selasa, 20 Januari 2026 - 11:05 WIB
Kementerian Kebudayaan Gelar Indonesian Cultural Outlook 2026, Perkuat Diplomasi Budaya dan Kemitraan Strategis Global
LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Kebudayaan RI melalui Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama menyelenggarakan “Indonesian Cultural Outlook 2026” yang bertempat di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta.
Mengusung tema ‘Living Heritage, Shared Future’, kegiatan ini menjadi wadah forum strategis diplomasi budaya yang mempertemukan pimpinan Kementerian Kebudayaan dengan para Duta Besar negara sahabat, perwakilan organisasi internasional, serta kementerian dan lembaga terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Fadli menyebutkan bahwa di era yang penuh konflik, krisis iklim dan disrupsi teknologi, budaya merupakan pilar pertahanan yang dapat memperkuat komunitas dunia. Budaya merupakan unsur perekat dalam mencegah polarisasi, memelihara dialog, dan membangun rasa kebersamaan antarnegara. Gagasan tersebut, lanjut Menbud Fadli, menjadi landasan dalam refleksi “Indonesian Cultural Outlook 2026”.
“Saat ini, kita tahu bahwa dunia memasuki era yang berat, di mana hal ini juga tercermin dalam program kebudayaan global. Pada UNESCO Mondiacult Oktober lalu, dunia menegaskan kembali bahwa kebudayaan adalah hak asasi manusia yang penting bagi perdamaian dan pembangunan berkelanjutan. Semangat tersebut menginspirasi kami untuk mempresentasikan arah kebudayaan Indonesia, sehingga kebudayaan dapat memperluas kontribusi Indonesia di tengah peradaban dunia sebagaimana mandat Undang-Undang Dasar 1945,” terang Menteri Kebudayaan dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (20/1/2026).
Menteri Fadli turut menegaskan bahwa terdapat lima pilar yang menjadi arah nasional Kementerian Kebudayaan, yaitu fondasi peradaban berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945; tata kelola budaya yang terintegrasi serta berbasis digital dan data; ekonomi budaya sebagai sumber daya strategis; perkuatan pelindungan warisan budaya yang dinamis dan tangguh; serta pemajuan transformasi digital dan diplomasi budaya global.
“Pencapaian Kementerian Kebudayaan di tahun 2025 memberikan sebuah garis dasar yang jelas. Di tahun 2026 ini, kami berupaya untuk mengubah capaian tersebut menjadi arah nasional di bawah lima pilar. Dari pilar-pilar tersebut, kita bisa melihat bagaimana kebijakan budaya menjadi instrumen penyampaian prioritas nasional yang terukur, praktis, dan selaras dengan agenda pemerintah Indonesia.” terang Menbud.
Lebih jauh, Menbud Fadli juga menyampaikan rencana aksi budaya yang dicanangkan Kementerian Kebudayaan selama satu tahun ke depan melalui direktorat jenderal masing-masing. Program prioritas Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, Kerja Sama Budaya adalah diplomasi budaya dan kerja sama dengan institusi budaya internasional; repatriasi; memperkuat kerja sama budaya regional dan lintas regional; serta aktivasi pusat kebudayaan Indonesia dan memajukan promosi budaya.
Mengusung tema ‘Living Heritage, Shared Future’, kegiatan ini menjadi wadah forum strategis diplomasi budaya yang mempertemukan pimpinan Kementerian Kebudayaan dengan para Duta Besar negara sahabat, perwakilan organisasi internasional, serta kementerian dan lembaga terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Fadli menyebutkan bahwa di era yang penuh konflik, krisis iklim dan disrupsi teknologi, budaya merupakan pilar pertahanan yang dapat memperkuat komunitas dunia. Budaya merupakan unsur perekat dalam mencegah polarisasi, memelihara dialog, dan membangun rasa kebersamaan antarnegara. Gagasan tersebut, lanjut Menbud Fadli, menjadi landasan dalam refleksi “Indonesian Cultural Outlook 2026”.
“Saat ini, kita tahu bahwa dunia memasuki era yang berat, di mana hal ini juga tercermin dalam program kebudayaan global. Pada UNESCO Mondiacult Oktober lalu, dunia menegaskan kembali bahwa kebudayaan adalah hak asasi manusia yang penting bagi perdamaian dan pembangunan berkelanjutan. Semangat tersebut menginspirasi kami untuk mempresentasikan arah kebudayaan Indonesia, sehingga kebudayaan dapat memperluas kontribusi Indonesia di tengah peradaban dunia sebagaimana mandat Undang-Undang Dasar 1945,” terang Menteri Kebudayaan dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (20/1/2026).
Menteri Fadli turut menegaskan bahwa terdapat lima pilar yang menjadi arah nasional Kementerian Kebudayaan, yaitu fondasi peradaban berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945; tata kelola budaya yang terintegrasi serta berbasis digital dan data; ekonomi budaya sebagai sumber daya strategis; perkuatan pelindungan warisan budaya yang dinamis dan tangguh; serta pemajuan transformasi digital dan diplomasi budaya global.
“Pencapaian Kementerian Kebudayaan di tahun 2025 memberikan sebuah garis dasar yang jelas. Di tahun 2026 ini, kami berupaya untuk mengubah capaian tersebut menjadi arah nasional di bawah lima pilar. Dari pilar-pilar tersebut, kita bisa melihat bagaimana kebijakan budaya menjadi instrumen penyampaian prioritas nasional yang terukur, praktis, dan selaras dengan agenda pemerintah Indonesia.” terang Menbud.
Lebih jauh, Menbud Fadli juga menyampaikan rencana aksi budaya yang dicanangkan Kementerian Kebudayaan selama satu tahun ke depan melalui direktorat jenderal masing-masing. Program prioritas Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi, Kerja Sama Budaya adalah diplomasi budaya dan kerja sama dengan institusi budaya internasional; repatriasi; memperkuat kerja sama budaya regional dan lintas regional; serta aktivasi pusat kebudayaan Indonesia dan memajukan promosi budaya.