home masjid

Kapan Nisfu Sya'ban 2026? Intip Data Hilal Terbaru dari LF PBNU

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:00 WIB
Kapan Nisfu Sya'ban 2026? Intip Data Hilal Terbaru dari LF PBNU

LANGIT7.ID-Jakarta; Awal bulan Sya'ban 1447 H diprediksi akan jatuh pada Selasa Pahing, 20 Januari 2026. Hal ini didasarkan pada data hisab yang dirilis oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan posisi hilal telah memenuhi kriteria imkanurrukyah pada Senin, 19 Januari 2026.

Dilansir dari situs NU, Selasa (20/1), Berdasarkan perhitungan LF PBNU dengan metode falak tahqiqi tadqiki ashri kontemporer, tinggi hilal di Jakarta pada Senin (19/1) mencapai 6 derajat 07 menit 12 detik. Parameter lainnya menunjukkan elongasi sebesar 7 derajat 55 menit 25 detik dengan lama hilal di atas ufuk selama 28 menit 10 detik. Adapun ijtimak terpantau terjadi pada hari yang sama pukul 02:52:04 WIB.

LF PBNU mencatat titik Matahari terbenam berada pada posisi 20 derajat 31 menit 30 detik utara titik barat. Sementara itu, posisi hilal berada di 20 derajat 43 menit 44 detik utara titik barat, atau berkedudukan 0 derajat 12 menit 14 detik di sebelah utara Matahari.

Secara nasional, parameter hilal terendah menurut LF PBNU berada di Merauke, Papua Selatan, dengan tinggi 5 derajat 16 menit dan elongasi 6 derajat 59 menit. Sebaliknya, tinggi hilal tertinggi tercatat di Kota Bengkulu yang mencapai 6 derajat 12 menit dengan elongasi 8 derajat 02 menit.

Kondisi ini diperkuat oleh data Prakiraan Hilal BMKG yang menyebutkan bahwa konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia pada 19 Januari 2026. BMKG memetakan ketinggian hilal di tanah air berkisar antara 5,2 derajat di Jayapura hingga 6,42 derajat di Tua Pejat, Sumatera Barat. Elongasi geosentris tercatat antara 6,9 derajat di Jayapura sampai 8,12 derajat di Calang, Aceh.

Data BMKG juga menunjukkan umur bulan saat Matahari terbenam pada Senin (19/1) berkisar antara 13,05 jam hingga 15,88 jam. Sementara durasi hilal di atas ufuk berada pada rentang 26,1 menit hingga 31,5 menit.

Dengan terpenuhinya syarat tinggi hilal di atas 3 derajat dan elongasi lebih dari 6,4 derajat, bulan Rajab 1447 H kemungkinan besar berlangsung selama 29 hari. Jika prediksi ini akurat, maka peringatan Nisfu Sya'ban atau 15 Sya'ban 1447 H akan jatuh pada Selasa Legi, 3 Februari 2026. Meski demikian, kepastian resmi tetap menunggu hasil pemantauan lapangan (rukyat) yang diumumkan pada Senin malam.

(lam)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya