Prabowo dan Ujian keadilan: Bagaimana Rakyat Kecil Lebih Mendapat Perhatian?
Tim langit 7
Rabu, 21 Januari 2026 - 08:40 WIB
Prabowo dan Ujian keadilan: Bagaimana Rakyat Kecil Lebih Mendapat Perhatian?
Oleh: Anwar Abbas
LANGIT7-Pemandangan kota yang tertata rapi, deretan real estate mewah, hingga pusat perbelanjaan yang megah seringkali menjadi standar kemajuan bangsa. Namun, di balik kilau beton dan kaca-kaca gedung tinggi, tersimpan narasi kelam yang telah mengakar sejak era Orde Baru hingga Reformasi: pembangunan yang tegak di atas air mata dan pengorbanan rakyat kecil.
Kini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, harapan baru menyeruak. Pertanyaannya, mampukah nakhoda baru ini memutus rantai ketidakadilan yang selama ini mencekik masyarakat lapis bawah?
Wajah Ganda Pembangunan: Estetika vs Kemanusiaan
Sulit dipungkiri bahwa banyak kawasan kumuh yang kini berubah menjadi asri dan tertata setelah disentuh tangan pengembang. Namun, mata yang sejuk memandang keindahan fisik seringkali buta terhadap proses di baliknya. Realitanya, banyak pembangunan yang justru menguntungkan segelintir pihak—kaum oligarki dan pemilik kapital—sementara rakyat pemilik sah tanah justru tersingkir dan sengsara.
Kasus-kasus sengketa tanah di Jakarta Selatan dan Tangerang menjadi bukti nyata betapa hukum seringkali tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Sejak tahun 70-an, banyak warga yang berjuang menuntut haknya hingga ahli waris mereka meninggal dalam kemiskinan, sementara tanah mereka telah berubah menjadi kawasan elit. Aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi benteng keadilan, seringkali justru dituding menjadi tameng bagi mereka yang memiliki kekuatan finansial.
LANGIT7-Pemandangan kota yang tertata rapi, deretan real estate mewah, hingga pusat perbelanjaan yang megah seringkali menjadi standar kemajuan bangsa. Namun, di balik kilau beton dan kaca-kaca gedung tinggi, tersimpan narasi kelam yang telah mengakar sejak era Orde Baru hingga Reformasi: pembangunan yang tegak di atas air mata dan pengorbanan rakyat kecil.
Kini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, harapan baru menyeruak. Pertanyaannya, mampukah nakhoda baru ini memutus rantai ketidakadilan yang selama ini mencekik masyarakat lapis bawah?
Wajah Ganda Pembangunan: Estetika vs Kemanusiaan
Sulit dipungkiri bahwa banyak kawasan kumuh yang kini berubah menjadi asri dan tertata setelah disentuh tangan pengembang. Namun, mata yang sejuk memandang keindahan fisik seringkali buta terhadap proses di baliknya. Realitanya, banyak pembangunan yang justru menguntungkan segelintir pihak—kaum oligarki dan pemilik kapital—sementara rakyat pemilik sah tanah justru tersingkir dan sengsara.
Kasus-kasus sengketa tanah di Jakarta Selatan dan Tangerang menjadi bukti nyata betapa hukum seringkali tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Sejak tahun 70-an, banyak warga yang berjuang menuntut haknya hingga ahli waris mereka meninggal dalam kemiskinan, sementara tanah mereka telah berubah menjadi kawasan elit. Aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi benteng keadilan, seringkali justru dituding menjadi tameng bagi mereka yang memiliki kekuatan finansial.