Gubernur DKI Instruksikan WFH dan Belajar di rumah Saat Jakarta Diguyur Hujan Lebat
Lusi mahgriefie
Kamis, 22 Januari 2026 - 15:53 WIB
Gubernur DKI Instruksikan WFH dan Belajar di rumah Saat Jakarta Diguyur Hujan Lebat
Instruksi Gubernur DKI JakartaPramono Anung yaitu menerapkan kebijakan work from home (WFH) bagi pegawai dan belajar di rumah bagi pelajar, saat Jakarta diguyur hujan lebat.
Beberapa hari belakangan ini Jakarta kerap diguyur hujan lebat, hingga menyebabkan banjir yang melumpuhkan sejumlah titik jalan, sehingga arus lalu lintas terganggu. Belum lagi, hujan lebat kerap mengguyur Ibu Kota di pagi hari yang tentu menghambat aktivitas banyak orang, termasuk para pelajar.
Dengan demikian keputusan belajar di rumah bagi pelajar dinilai cukup baik, sebab kondisi akibat hujan lebat menghambat pelaksanaan kegiatan belajar di sekolah. "Tetapi kemudian ada indikasi seperti itu (banjir) dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk melakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1).
Menurut Pramono, dengan adanya kebijakan WFH dan belajar di rumah, menjadi langkah antisipasi ketika curah hujan tinggi berpotensi mengganggu aktivitas dan mobilitas warga.
Meski begitu, Pramono berharap kondisi cuaca di Jakarta stabil sehingga tidak perlu diberlakukan WFH dan belajar dari rumah.
Selain itu, Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum saat hujan melanda Jakarta. Hal ini bertujuan mengurangi kemacetan yang kerap terjadi ketika kondisi cuaca ekstrem. Menurut dia, penggunaan kendaraan pribadi justru memperparah kepadatan lalu lintas saat hujan. Sebaliknya, pemanfaatan transportasi umum dinilai mampu mengurangi beban jalan secara signifikan.
"Kalau dengan naik transportasi umum pasti kemacetan di Jakarta juga turun secara signifikan," ucap Pramono.
Beberapa hari belakangan ini Jakarta kerap diguyur hujan lebat, hingga menyebabkan banjir yang melumpuhkan sejumlah titik jalan, sehingga arus lalu lintas terganggu. Belum lagi, hujan lebat kerap mengguyur Ibu Kota di pagi hari yang tentu menghambat aktivitas banyak orang, termasuk para pelajar.
Dengan demikian keputusan belajar di rumah bagi pelajar dinilai cukup baik, sebab kondisi akibat hujan lebat menghambat pelaksanaan kegiatan belajar di sekolah. "Tetapi kemudian ada indikasi seperti itu (banjir) dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk melakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/1).
Menurut Pramono, dengan adanya kebijakan WFH dan belajar di rumah, menjadi langkah antisipasi ketika curah hujan tinggi berpotensi mengganggu aktivitas dan mobilitas warga.
Meski begitu, Pramono berharap kondisi cuaca di Jakarta stabil sehingga tidak perlu diberlakukan WFH dan belajar dari rumah.
Selain itu, Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum saat hujan melanda Jakarta. Hal ini bertujuan mengurangi kemacetan yang kerap terjadi ketika kondisi cuaca ekstrem. Menurut dia, penggunaan kendaraan pribadi justru memperparah kepadatan lalu lintas saat hujan. Sebaliknya, pemanfaatan transportasi umum dinilai mampu mengurangi beban jalan secara signifikan.
"Kalau dengan naik transportasi umum pasti kemacetan di Jakarta juga turun secara signifikan," ucap Pramono.