home wirausaha syariah

Paviliun Indonesia Resmi Dibuka di Cairo International Book Fair 2026

Sabtu, 24 Januari 2026 - 09:13 WIB
Paviliun Indonesia Resmi Dibuka di Cairo International Book Fair 2026
LANGIT7.ID-Mesir; Paviliun Indonesia pada ajang Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 resmi dibuka pada Rabu (21/1/2026) pukul 12.30 waktu Kairo. Pembukaan paviliun dipimpin Kuasa Usaha ad interim KBRI Kairo, M. Zaim A. Nasution dan dihadiri jajaran pejabat KBRI Kairo, perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia, mahasiswa Indonesia di Mesir, serta pengunjung internasional yang memadati area pameran yang berlokasi di Egypt International Exhibition Center, Kairo.

Perwakilan Kementerian Agama yang merupakan Pentashih Mushaf Al-Qur'an pada Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ), Asep Rifqi Abdul Aziz, mengatakan, keikutsertaan Indonesia dalam CIBF merupakan langkah strategis untuk memperkuat kehadiran dan kontribusi Indonesia dalam percaturan intelektual Islam global.

“Partisipasi Indonesia dalam CIBF ini merupakan bagian dari upaya pemerintah, terutama Kementerian Agama, untuk memperluas kontribusi Indonesia dalam diskursus intelektual Islam dunia,” ujarnya.

Asep Rifqi menjelaskan, Pemerintah Indonesia tidak hanya menampilkan karya ilmiah berupa buku dan produk keilmuan, tetapi juga produk amaliah sebagai praktik nilai keagamaan yang membumi. “Yang kami hadirkan bukan hanya produk pemikiran, tetapi juga praktik nilai keagamaan yang berorientasi pada kemaslahatan umat,” katanya.

Ia menambahkan, partisipasi Indonesia di CIBF juga menjadi bagian dari penguatan ekoteologi di tingkat internasional sebagai implementasi Asta Protas Kementerian Agama. “Ekoteologi menempatkan harmoni antara Tuhan, manusia, dan alam sebagai fondasi pembangunan dunia yang berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Asep Rifqi, keikutsertaan Indonesia didukung berbagai lembaga strategis, yaitu KBRI Kairo, Ditjen Bimas Islam, Ditjen Pendidikan Islam, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI), LPMQ, Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ), Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), serta LEMKA.

Sementara itu, Kuasa Usaha ad Interim KBRI Kairo, M. Zaim A. Nasution, mengatakan bahwa kehadiran Indonesia dalam CIBF merupakan bagian dari penguatan diplomasi kebudayaan dan keagamaan, sekaligus ruang dialog dan pertukaran pemikiran intelektual.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya