Quraish Shihab Ungkap Alasan Mengapa Iman Tak Bisa Dibangun Hanya dengan Logika
LANGIT7.ID-Jakarta; Pendekatan rasional semata dinilai memiliki keterbatasan dalam menjangkau dimensi keimanan, khususnya saat membahas ketuhanan. Spiritualitas dan logika sering kali dianggap bertentangan oleh sebagian kalangan, padahal keduanya memiliki porsi fungsi yang berbeda dan tidak semestinya dipertentangkan. Hal ini ditekankan oleh Pendiri Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), Prof Muhammad Quraish Shihab.
Penulis Tafsir Al-Misbah tersebut menyoroti kecenderungan manusia yang kerap membenturkan akal dengan hati. Menurutnya, meskipun cara kerjanya berlainan, hati sesungguhnya memiliki logikanya sendiri yang tidak bisa disamakan dengan standar logika akal pada umumnya.
"Memang secara umum kita bisa berkata bahwa akal berbeda dengan hati. Tetapi kalau akal ada rasionya, maka hati juga ada rasionya," ungkap Prof Quraish, dikutip dari situs NU, Senin (26/1/2026).
Fenomena kehidupan sehari-hari sering kali membuktikan hal tersebut, misalnya dalam urusan perasaan atau cinta. Pertimbangan logis mengenai kriteria fisik yang gagah atau menarik kerap kali tidak berlaku saat seseorang menentukan pasangan. Begitu pula kasih sayang seorang ibu yang tetap utuh meski sang anak memiliki keterbatasan fisik.
Prof Quraish memberikan ilustrasi konkret mengenai irasionalitas cinta ibu tersebut yang tidak bisa diukur dengan logika biasa.
"Seorang ibu mencintai anaknya yang cacat. Maukah ia menukar anaknya dengan anak yatim yang gagah? Tidak. Kita berkata di situ ada rasionya hati," jelasnya.
Lebih jauh, Prof Quraish merujuk pada pandangan Syekh Abdul Halim Mahmud untuk menegaskan bahwa iman tidak dapat dibangun hanya melalui pendekatan rasional. Ada wilayah teologis yang hanya bisa diselami melalui pendekatan hati karena keterbatasan jangkauan akal manusia.