Kementan Siapkan Aplikasi Deteksi Ketersediaan Pangan
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 12 Oktober 2021 - 09:10 WIB
Aplikasi Pro Pangan, masyarakat juga dapat melihat berapa sebenarnya ketersediaan dan harga komoditas pangan strategis secara nasional. Foto: LANGIT7/iStock
Kementerian Pertanian berupaya melakukan terobosan membuat alat analisis prediksi ketersediaan pangan sejumlah komoditas di Indonesia. Aplikasi ini sebagai alat antisipasi kurangnya ketersediaan dan lonjakan harga pangan.
“Kita sedang menyiapkan aplikasi bernama Pro Pangan. Aplikasi ini mampu merekam data series multi years beberapa faktor sekaligus, untuk kemudian dilakukan analisis prediksi situasi ketahanan pangan pada beberapa waktu ke depan," kata Koordinator Kelompok Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementan Rachmi Widiriani dalam keterangan tertulisnya Senin (11/10/2021) kemarin.
Alat analisis presiksi ketersediaan dan harga pangan nasional dan daerah ini untuk mendeteksi dini situasi pangan. Kejadian pandemi 2020 dan situasi eksternal yang sangat cepat berubah perlu disikapi dengan tepat agar tidak berakibat buruk terhadap ketahanan pangan Indonesia.
Aplikasi Pro Pangan dilengkapi dengan dashboard yang menampilkan prediksi ketersediaan dan harga pangan hingga 2 sampai 3 bulan ke depan secara akurat, cepat, dengan tampilan dan warna yang mudah dipahami sebagai peringatan kewaspadaan kepada masyarakat.
Baca juga : Kementan Pastikan Ketersediaan Jagung untuk Pakan Ternak Aman
Rachmi mengatakan bahwa aplikasi ini bermanfaat untuk kesiapsiagaan, mitigasi dan penggunaan anggaran yang efektif dan efisien. Dia mencontohkan, suatu provinsi bisa mengembangkan perdagangan antarwilayah untuk memperkuat ketahanan pangannya, berdasarkan neraca pangan antar wilayah dan perkembangan harga komoditas pangan.
Melalui aplikasi tersebut setiap provinsi dapat melihat potensinya, terutama untuk wilayah sentra produksi, sekaligus mencari wilayah atau provinsi lain untuk menjual hasil produksinya.
“Kita sedang menyiapkan aplikasi bernama Pro Pangan. Aplikasi ini mampu merekam data series multi years beberapa faktor sekaligus, untuk kemudian dilakukan analisis prediksi situasi ketahanan pangan pada beberapa waktu ke depan," kata Koordinator Kelompok Harga Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementan Rachmi Widiriani dalam keterangan tertulisnya Senin (11/10/2021) kemarin.
Alat analisis presiksi ketersediaan dan harga pangan nasional dan daerah ini untuk mendeteksi dini situasi pangan. Kejadian pandemi 2020 dan situasi eksternal yang sangat cepat berubah perlu disikapi dengan tepat agar tidak berakibat buruk terhadap ketahanan pangan Indonesia.
Aplikasi Pro Pangan dilengkapi dengan dashboard yang menampilkan prediksi ketersediaan dan harga pangan hingga 2 sampai 3 bulan ke depan secara akurat, cepat, dengan tampilan dan warna yang mudah dipahami sebagai peringatan kewaspadaan kepada masyarakat.
Baca juga : Kementan Pastikan Ketersediaan Jagung untuk Pakan Ternak Aman
Rachmi mengatakan bahwa aplikasi ini bermanfaat untuk kesiapsiagaan, mitigasi dan penggunaan anggaran yang efektif dan efisien. Dia mencontohkan, suatu provinsi bisa mengembangkan perdagangan antarwilayah untuk memperkuat ketahanan pangannya, berdasarkan neraca pangan antar wilayah dan perkembangan harga komoditas pangan.
Melalui aplikasi tersebut setiap provinsi dapat melihat potensinya, terutama untuk wilayah sentra produksi, sekaligus mencari wilayah atau provinsi lain untuk menjual hasil produksinya.