home masjid

Misteri Qu'ash Kambing: Jejak Sejarah Tha'un di Masa Umar bin al-Khaththab

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:32 WIB
Setiap wabah besar yang melanda umat manusia seharusnya menjadi momentum untuk membaca kembali jam eskatologis yang terus berdetak. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- Dalam kronik sejarah Islam, tahun 18 Hijriyah tercatat bukan karena ekspansi militer yang gemilang, melainkan karena sebuah sunyi yang mencekam di negeri Syam.

Awadh bin Ali bin Abdullah dalam Mukhtashar Asyraathus Saa’ah al-Shughra wa al-Kubra menyoroti sebuah peristiwa medis yang mengerikan sebagai salah satu fragmen akhir zaman: wabah Tha’un Amwas. Peristiwa ini bukan sekadar catatan duka, melainkan manifestasi dari nubuat yang telah diucapkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertahun-tahun sebelumnya.

Pintu masuk untuk memahami fenomena ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Auf bin Malik radhiyallahu anhu dalam Shahih Al-Bukhari. Nabi shallallahu alaihi wa sallam meminta umatnya untuk menghitung enam tanda menjelang kiamat, yang salah satunya berbunyi:

ثُمَّ مُوتَانٌ يأخذ فيكم كَقُعَاصِ الغنم

Artinya, kemudian banyaknya kematian yang menimpa kalian bagaikan penyakit qu’ash kambing.

Istilah qu’ash dalam literatur kedokteran klasik merujuk pada penyakit yang menyerang hewan ternak secara mendadak, menginfeksi paru-paru, dan menyebabkan kematian seketika dengan keluarnya cairan dari hidung. Penggunaan analogi ini oleh Nabi memberikan gambaran betapa cepat dan masifnya kematian yang akan terjadi.

Interpretasi Awadh bin Ali membawa kita pada komentar Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab monumental Fathul Bari. Ibnu Hajar menyinyalir bahwa tanda ini telah muncul secara nyata dalam peristiwa Tha’un Amwas.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya