home global news

MBG vs Penciptaan Lapangan Kerja: Menakar Ulang Urgensi dan Efisiensi Anggaran Negara

Jum'at, 30 Januari 2026 - 08:55 WIB
MBG vs Penciptaan Lapangan Kerja: Menakar Ulang Urgensi dan Efisiensi Anggaran Negara

Oleh: Anwar Abbas

LANGIT7.ID-
Pernyataan Menteri PPN/Bappenas yang menyebutkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak dibandingkan penciptaan lapangan kerja memantik ruang diskusi yang menarik. Apakah tesis tersebut sepenuhnya tepat? Jawabannya bisa "ya" dan bisa "tidak", tergantung kepada siapa program tersebut ditujukan.

Bagi anak-anak dari keluarga miskin, urgensi makan bergizi tentu tak bisa ditawar. Namun, bagi anak-anak dari keluarga mampu, narasi kegentingan ini menjadi tidak relevan. Di sinilah letak krusialnya menetapkan skala prioritas agar anggaran negara tidak sekadar habis untuk konsumsi, tetapi menjadi leverage (daya ungkit) ekonomi yang nyata.

Membedah Data: Siapa yang Benar-Benar Butuh?



Mari kita bicara data. Merujuk pada estimasi data BPS Maret 2025, jumlah penduduk miskin mencapai 23,85 juta jiwa, atau sekitar 8,47% dari total penduduk. Di sisi lain, target penerima MBG tahun 2026 dipatok angka fantastis: sekitar 82,9 juta anak.

Ada ketimpangan logika di sini. Jika kita asumsikan 10 persen dari total anak tersebut adalah mereka yang benar-benar berada dalam kondisi fakir dan mendesak untuk dibantu, maka jumlah riil yang membutuhkan intervensi negara hanyalah sekitar 8,3 juta anak.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya