home masjid

Labirin Iman: Mengapa Menjelang Kiamat Batas Kebenaran dan Kebatilan Mengabur?

Jum'at, 30 Januari 2026 - 16:14 WIB
Kajian ini mengingatkan kita bahwa kiamat kecil dalam rupa fitnah adalah ujian terhadap integritas jiwa. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID- Dalam diskursus eskatologi Islam, kiamat tidak selalu diawali dengan dentuman fisik yang menghancurkan, melainkan dengan keroposnya fondasi keyakinan melalui serangkaian ujian yang disebut fitnah.

Awadh bin Ali bin Abdullah dalam bukunya, Mukhtashar Asyraathus Saa’ah al-Shughra wa al-Kubra, membedah fenomena kemunculan beragam fitnah sebagai isyarat kuat bahwa sejarah manusia sedang berjalan menuju titik nadirnya. Fitnah, dalam pengertian plural al-fitan, bukan sekadar tuduhan tanpa bukti, melainkan ujian dahsyat yang mencampuradukkan antara yang haq (benar) dan yang batil.

Laporan yang dipublikasikan oleh Maktab Dakwah Rabwah ini menyitir hadits dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu anhu, sebuah peringatan lisan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang melampaui zaman:

إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ

Artinya, sesungguhnya menjelang datangnya hari kiamat terjadi banyak fitnah, bagaikan potongan-potongan malam yang gelap gulita.

Metafora malam gelap menggambarkan kondisi di mana pandangan nurani manusia menjadi buta. Kecepatan perubahan iman dalam fase ini digambarkan sangat ekstrem; seseorang bisa saja beriman di pagi hari, namun ketika senja tiba, ia telah kehilangan cahayanya dan jatuh dalam kekufuran.

Interpretasi Awadh bin Ali menyoroti betapa fitnah ini bersifat eskalatif. Setiap kali satu ujian muncul, seorang mukmin akan merasa itulah puncak kebinasaannya, namun kemudian muncul fitnah lain yang lebih besar hingga ujian sebelumnya terasa ringan. Narasi ini mencerminkan keguncangan psikologis dan spiritual yang melanda masyarakat di ambang kiamat. Seseorang merasa tidak lagi memiliki pijakan yang kokoh karena standar kebenaran telah bergeser dan dimanipulasi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya