Tanda-Tanda Kiamat: Debu Riba dalam Cengkeraman Kapitalisme Global
Miftah yusufpati
Ahad, 01 Februari 2026 - 16:22 WIB
Dunia sedang meniti jalan menuju keruntuhannya melalui pintu-pintu bank yang hanya mengenal angka. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- Dunia ekonomi hari ini sering kali dipuja sebagai puncak pencapaian peradaban material manusia. Namun, di balik angka pertumbuhan dan gemerlap transaksi digital, terdapat sebuah realitas yang dalam kacamata eskatologi Islam dipandang sebagai bentuk pengikisan paling halus terhadap keberkahan hidup. Riba, yang secara tradisional dipahami sebagai tambahan yang diharamkan, kini telah bermetamorfosis menjadi sistemik, merasuk ke dalam saku setiap individu tanpa terkecuali.
Dalam literatur klasik yang sangat relevan, Mukhtashar Asyraathus Saa’ah al-Shughra wa al-Kubra karya ‘Awadh bin ‘Ali bin ‘Abdullah, disebutkan bahwa fenomena ini tidak dilihat sekadar sebagai masalah pilihan ekonomi personal. Laporan yang diterbitkan oleh Maktab Dakwah Rabwah ini menempatkan dominasi ekonomi non-syariah sebagai salah satu sinyalemen kiamat yang paling presisi dengan kondisi manusia modern.
Naskah ini merujuk pada peringatan keras yang terekam dalam Shahih al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, di mana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberikan sebuah proyeksi masa depan yang tajam:
لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ بِحَلاَلٍ أَمْ بِحَرَامٍ
Artinya: Sungguh akan datang suatu zaman pada manusia, seseorang tidak peduli lagi dengan status kehalalan atau keharaman harta yang ia peroleh.
Hadits ini tidak hanya berbicara tentang individu yang serakah, tetapi tentang terciptanya sebuah ekosistem di mana integritas finansial dianggap sebagai beban, dan kemaslahatan materi menjadi satu-satunya kompas yang tersisa.
Normalisasi dalam Sistem
Dalam literatur klasik yang sangat relevan, Mukhtashar Asyraathus Saa’ah al-Shughra wa al-Kubra karya ‘Awadh bin ‘Ali bin ‘Abdullah, disebutkan bahwa fenomena ini tidak dilihat sekadar sebagai masalah pilihan ekonomi personal. Laporan yang diterbitkan oleh Maktab Dakwah Rabwah ini menempatkan dominasi ekonomi non-syariah sebagai salah satu sinyalemen kiamat yang paling presisi dengan kondisi manusia modern.
Naskah ini merujuk pada peringatan keras yang terekam dalam Shahih al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, di mana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberikan sebuah proyeksi masa depan yang tajam:
لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ بِحَلاَلٍ أَمْ بِحَرَامٍ
Artinya: Sungguh akan datang suatu zaman pada manusia, seseorang tidak peduli lagi dengan status kehalalan atau keharaman harta yang ia peroleh.
Hadits ini tidak hanya berbicara tentang individu yang serakah, tetapi tentang terciptanya sebuah ekosistem di mana integritas finansial dianggap sebagai beban, dan kemaslahatan materi menjadi satu-satunya kompas yang tersisa.
Normalisasi dalam Sistem