home global news

Sempat Menolak, Akhirnya Ormas Islam Kompak Dukung Prabowo Subianto Masuk Board of Peace

Rabu, 04 Februari 2026 - 10:21 WIB
Sempat Menolak, Akhirnya Ormas Islam Kompak Dukung Prabowo Subianto Masuk Board of Peace

LANGIT7.ID-Jakarta; Dukungan penuh dari organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam kini dikantongi pemerintah Indonesia terkait keputusan bergabung dengan Board of Peace (BoP). Langkah strategis dalam organisasi bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut disepakati setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan penjelasan mendalam dalam pertemuan selama empat jam di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/3/2026).

Komitmen membela kemerdekaan Palestina menjadi alasan utama di balik keputusan Indonesia masuk dalam dewan perdamaian tersebut. Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, partisipasi dalam BoP bertujuan agar langkah-langkah yang diambil menjadi gerakan yang terkonsolidasi bersama negara lain.

"Hal-hal yang nanti dilakukan di dalam dewan tersebut akan menjadi langkah yang terkonsolidasi di antara negara-negara yang memang pada dasarnya dan menjadi motivasi mereka berpartisipasi di dalam dewan itu untuk membela dan membantu Palestina," ujar Yahya Cholil Staquf usai pertemuan.

Selain diplomasi melalui BoP, Presiden Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan pasukan perdamaian guna memproteksi warga Palestina secara langsung. Hal ini dikonfirmasi kembali oleh tokoh yang akrab disapa Gus Yahya tersebut.

"Presiden sudah memberi penjelasan tadi, kita nanti akan berpartisipasi dengan mengirimkan pasukan perdamaian yang tugas absolutnya adalah melindungi rakyat Palestina," ucap Gus Yahya.

Baca juga: Ada Apa? Presiden Prabowo Subianto Mendadak Panggil Puluhan Tokoh Islam ke Istana

Senada dengan PBNU, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyatakan bahwa penjelasan utuh dari Presiden mengenai situasi global dan kondisi Palestina telah menghilangkan perbedaan pendapat yang sebelumnya sempat muncul. Ia menegaskan dukungan organisasinya terhadap kebijakan luar negeri tersebut.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya