home global news

Bukan Sekadar Tamu, Indonesia Jadi Rujukan Utama Standarisasi Alquran Dunia di Irak

Kamis, 05 Februari 2026 - 09:18 WIB
Bukan Sekadar Tamu, Indonesia Jadi Rujukan Utama Standarisasi Alquran Dunia di Irak

LANGIT7.ID-Jakarta; Diplomasi keagamaan Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah global melalui partisipasi aktif dalam standarisasi kitab suci umat Islam. Perwakilan Indonesia, Dr Muchlis M Hanafi, menghadiri Forum Internasional Pentashihan Mushaf Alquran yang berlangsung di Karbala, Irak, pada 2 hingga 5 Februari 2026. Kehadiran Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI tersebut memenuhi undangan resmi dari Diwan Al-Waqf al-Syi'i Pemerintah Irak.

Eksistensi Indonesia dalam forum ini melampaui sekadar kehadiran delegasi biasa. Muchlis tercatat sebagai anggota Komite Internasional Pentashihan Mushaf Alquran Irak untuk penerbitan Al-Atabah al-Husainiyah. Dalam menjalankan tugas akademik ini, ia bekerja sama dengan deretan pakar Alquran dari berbagai negara seperti Mesir, Yordania, dan Suriah guna membedah aspek teknis mulai dari rasm mushaf, qiraat, dabt, hingga tanda waqaf sesuai standar ilmiah.

Langkah strategis ini selaras dengan misi penguatan peran Indonesia di dunia internasional yang dicanangkan oleh Presiden dan Menteri Agama. Fokus utamanya adalah memperkokoh diplomasi keagamaan, moderasi beragama, serta jalinan kerja sama antarnegara Muslim. Melalui keterlibatan tokoh-tokohnya, Indonesia memosisikan diri sebagai mitra strategis sekaligus rujukan dalam kajian keislaman kontemporer.

“Keikutsertaan ini merupakan bagian dari kontribusi berkelanjutan Indonesia dalam penguatan kerja sama keagamaan internasional,” terang Muchlis dalam keterangan resmi, Kamis (5/2/2026).

Rekam jejak Muchlis M Hanafi dalam penjagaan otoritas mushaf memang cukup panjang. Sebelum menjabat posisi saat ini, lulusan doktor Al-Azhar Mesir tersebut merupakan Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) periode 2015–2022. Selain di Irak, ia juga aktif sebagai tim pentashih Mushaf al-Ummah di Turki yang melibatkan ulama dari 15 negara di bawah pimpinan Syekh Ahmad Isa al-Ma’sharawi.

Pada skala internasional lainnya, Muchlis juga tergabung dalam Majelis ‘Ilmi Platform Sanad lil Ijāzah al-Qur’āniyyah di Qatar sejak 2024. Inisiatif tersebut bertujuan memperkuat otoritas transmisi keilmuan Alquran secara global.

“Melalui keterlibatan ini, Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai mitra strategis dan rujukan keilmuan dalam isu-isu Alquran dan keislaman kontemporer,” papar Muchlis.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya