Al-Qur'an Terbesar di Dunia Dipamerkan di Mekkah, Tingginya Capai 3 Meter
Esti setiyowati
Sabtu, 07 Februari 2026 - 12:06 WIB
Al-Quran raksasa tersebut memiliki dimensi 312 cm x 220 cm dengan ketebalan mencapai 700 halaman. Foto: SPA
Museum Al-Qur'an di Distrik Budaya Hira, Mekkah, memamerkan manuskrip Al-Qur'an tulisan tangan monumental yang resmi dinobatkan sebagai Al-Qur'an terbesar di dunia.
Melansir laporan Saudi Press Agency (SPA), Sabtu (7/2/2026) museum ini meraih penghargaan dari Guinness World Records atas koleksi mushaf raksasa tersebut yang memiliki dimensi 312 cm x 220 cm dengan ketebalan mencapai 700 halaman.
Baca juga: Indonesia Hadirkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat Pertama Dunia di Mesir, Wujudkan Literasi Inklusif
SPA melaporkan, manuskrip raksasa tersebut merupakan hasil reproduksi yang diperbesar dari mushaf Al-Qur'an bersejarah asal abad ke-16.
Versi asli dari manuskrip ini, yang berukuran 45 cm x 30 cm, kini tersimpan di Kompleks Perpustakaan Wakaf Raja Abdulaziz sebagai salah satu peninggalan seni kaligrafi dan iluminasi Islam yang sangat berharga.
Dalam manuskrip asli, sebagian besar bab-babnya ditulis dengan aksara Thuluth, sedangan surah Al-Fatihah ditulis dalam aksara Naskh. Perpaduan ini mencerminkan pilihan artistik yang halus sekaligus menunjukkan keragaman seni kaligrafi pada era tersebut.
Mushaf ini merupakan mahakarya kaligrafi Arab yang memadukan teknik penyepuhan emas (illumination) dan seni penjilidan buku yang luar biasa.
Melansir laporan Saudi Press Agency (SPA), Sabtu (7/2/2026) museum ini meraih penghargaan dari Guinness World Records atas koleksi mushaf raksasa tersebut yang memiliki dimensi 312 cm x 220 cm dengan ketebalan mencapai 700 halaman.
Baca juga: Indonesia Hadirkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat Pertama Dunia di Mesir, Wujudkan Literasi Inklusif
SPA melaporkan, manuskrip raksasa tersebut merupakan hasil reproduksi yang diperbesar dari mushaf Al-Qur'an bersejarah asal abad ke-16.
Versi asli dari manuskrip ini, yang berukuran 45 cm x 30 cm, kini tersimpan di Kompleks Perpustakaan Wakaf Raja Abdulaziz sebagai salah satu peninggalan seni kaligrafi dan iluminasi Islam yang sangat berharga.
Dalam manuskrip asli, sebagian besar bab-babnya ditulis dengan aksara Thuluth, sedangan surah Al-Fatihah ditulis dalam aksara Naskh. Perpaduan ini mencerminkan pilihan artistik yang halus sekaligus menunjukkan keragaman seni kaligrafi pada era tersebut.
Mushaf ini merupakan mahakarya kaligrafi Arab yang memadukan teknik penyepuhan emas (illumination) dan seni penjilidan buku yang luar biasa.