Oleh: Anwar AbbasLANGIT7.ID-Piala dunia sudah usai. Spanyol berhasil keluar sebagai juara dengan menekuk Argentina 1- 0 di final dalam sebuah pertandingan yang cukup keras. Ada banyak nilai dan pelajaran yang bisa kita petik dari perhelatan sepakbola akbar ini.
Pertama, kita sadar bahwa untuk sampai ke partai puncak atau final ternyata tidak mudah karena harus mampu menyisihkan lawan-lawan tangguh terlebih dahulu. Untuk itu setiap tim yang ingin tampil sebagai juara selain para pemainnya harus memiliki skill yang tinggi juga harus memiliki kerjasama yang bagus karena tidak ada seorang pemain bintang yang hebat yang bisa memenangkan pertandingan sendirian. Kurang hebat apa Ronaldo dan Neymar serta Messi tapi akhirnya mereka kalah.
Kedua, semangat pantang menyerah. Kita lihat bagaimana Argentina bisa menang lawan Mesir ketika bermain di 16 besar, padahal mereka sudah tertinggal terlebih dahulu 2 - 0, tapi karena semangat ingin menang yang tinggi mereka kemudian bisa membalikkan situasi dan menang 3-2. Begitu juga ketika bermain di semifinal lawan Inggeris. Argentina ketinggalan lebih dahulu 1-0 dari Inggeris tapi kemudian Argentina bisa berbalik memimpin dan menang 2 -1 atas tim yang dikenal dengan The Three Lions tersebut. Tapi sayang semangat itu tidak mampu diperlihatkan oleh messi dan timnya sewaktu di final ketika berhadapan dengan Spanyol sehingga mereka harus kalah 1 - 0 dan menyerahkan piala dunia yang beratnya 6 kg emas itu kepada tim Matador tersebut.
Ketiga, di dunia ini tanpaknya memang tidak ada yang abadi. Argentina 4 tahun yang lalu berhasil menjadi juara sewaktu piala dunia di gelar di Qathar. Banyak orang berharap dan memprediksi Argentina akan tetap dapat mempertahankan prediket juaranya tersebut tapi ternyata tidak bisa.
Keempat, tidak ada orang yang tahu dan bisa memastikan siapa yang akan keluar sebagai juara. Mereka baru bisa menepuk dada setelah tim yang mereka prediksi yaitu Spanyol berhasil keluar sebagai pemenang dan menjadi juara. Sebelumnya mereka juga ketar-ketir karena takut timnya akan kalah.
Kelima, sepakbola ternyata telah mempersatukan manusia walau juga dalam waktu.yang bersamaan telah membelahnya. Hal itu tampak jelas ketika kita lihat bagaimana masing-masing tim punya pendukung dari berbagai bangsa dan negara serta agama yang berbeda-beda. Tetapi kita juga melihat diantara kedua pendukung tim yang bertarung juga terjadi rivalitas yang kalau tidak bisa dikendalikan tentu akan sangat berbahaya.
Keenam, sudah merupakan hukum alam yang menang tentu akan senang dan yang kalah tentu akan bersedih. Kita melihat bagaimana gembiranyaTim Matador mendengar wasit meniup pluit panjang sebagai tanda pertandingan telah berakhir. Dan dalam waktu yang bersamaan bagaimana tim Argentina tampak lemas dan tertunduk. Kita melihat bagaimana Lamin Yamal dan kawan-kawannya bergembira. Tetapi hati kita juga tersentuh melihat bagaimana Lionel Messi menangis apalagi melihat airmatanya yang mengalir membasahi pipinya. Tapi itulah sepakbola. Dia melahirkan suka dan duka. Tetapi herannya orang tidak pernah bosan-bosan melihat dan membicarakannya.
(Anwar abbas, Pengagum Messi dan Pendukung Lamin Yamal)(lam)