Investasi Logam Mulia Kian Berkilau, BCA Syariah Catat Pertumbuhan Fantastis
LANGIT7.ID-Jakarta; Lonjakan harga emas global dan domestik membawa berkah tersendiri bagi kinerja pembiayaan di perbankan syariah. PT Bank BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan pembiayaan emas yang sangat agresif, menyentuh angka Rp520 miliar pada akhir 2025.
Pencapaian tersebut menandai kenaikan sebesar 238,16% secara tahunan (year on year/yoy). Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 pembiayaan emas tercatat sebesar Rp154 miliar, dan hanya Rp51 miliar pada tahun 2023. Tren positif ini tidak lepas dari harga emas dunia yang kini menembus US$5.000 per troy ounce serta emas Antam yang melonjak ke level Rp2,95 juta per gram pada 10 Februari 2026.
Direktur BCA Syariah, Pranata, dalam Taklimat Media Kinerja BCA Syariah 2025 di Jakarta, Selasa (10/2), mengakui bahwa logam mulia kini menjadi salah satu produk andalan di sektor ritel.
"Di segmen konsumer, kami fokus pada dua produk. Pertama emas, karena permintaannya tinggi, hype-nya kuat, dan harganya sedang naik," kata Pranata.
Menurut Pranata, animo masyarakat untuk mengajukan pembiayaan kepemilikan emas sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga pasar. Kenaikan harga justru memicu peningkatan permintaan dari nasabah yang ingin mengamankan aset safe haven.
"Dari tren yang kami lihat, ketika harga emas naik, permintaan atau pencairan emas juga ikut naik," ujarnya.
Meskipun mencatatkan pertumbuhan ratusan persen, BCA Syariah tetap memasang kuda-kuda terhadap risiko fluktuasi harga. Manajemen menyadari bahwa koreksi harga yang tajam dapat mempengaruhi volume penyaluran pembiayaan hingga kualitas kredit.