LANGIT7.ID-, Al-Baha - - Komisi Warisan Arab Saudi menemukan sebuah
masjid kuno di situs
arkeologi Al Maallamah, wilayah Al-Baha.
Bangunan tersebut diperkirakan berasal dari abad pertama Hijriah atau lebih dari 1.300 tahun lalu.
Masjid kuno tersebut ditemukan dalam penggalian musim keempat di situs tersebut. Arkeonews melaporkan bahwa
masjid itu berada di kawasan permukiman di sisi barat situs Al Maallamah.
Bangunannya menggunakan batu granit yang telah dipahat dan disusun dengan desain sederhana, tetapi dikerjakan secara presisi.
Baca juga: Masjid Kuno di Tenggarong, Saksi Sejarah Pertempuran Kutai dengan InggrisBangunan tersebut memiliki mihrab yang menandai arah kiblat serta tiga pintu masuk yang berada di sisi timur, barat, dan selatan. Para arkeolog juga menemukan struktur berbentuk persegi yang diduga merupakan menara masjid (minaret) di bagian tenggara kompleks.
Selain itu, terdapat delapan ruangan yang saling terhubung dan diperkirakan digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas yang berkaitan dengan masjid serta permukiman di sekitarnya.
Temuan Peralatan Kehidupan Sehari-hari Di sekitar masjid, para arkeolog juga menemukan sejumlah ruangan yang terbuat dari batu. Ruangan-ruangan tersebut diduga digunakan untuk berbagai aktivitas sosial dan perdagangan.
Temuan di kawasan itu antara lain area penyimpanan, bak atau wadah air, serta struktur penyangga yang dibuat menggunakan teknik konstruksi lokal yang berkembang pada masa tersebut.
Penggalian di Al Maallamah juga mengungkap berbagai benda yang memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat pada masa awal Islam.
Para arkeolog menemukan pecahan batu sabun (soapstone) dan wadah tembikar. Selain itu, ditemukan pula alat penggiling, alu, serta bagian-bagian batu kilangan yang digunakan untuk mengolah biji-bijian.
Situs tersebut juga menyimpan bukti aktivitas pengambilan dan pengolahan bijih logam, termasuk emas, perak, dan tembaga.
Baca juga: Arkeolog Temukan Masjid Abad Pertama Hijriyah di Kawasan Tambang Arab SaudiKomisi Warisan Arab Saudi menyebut temuan tersebut mengindikasikan Al Maallamah berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan logam pada periode Islam. Aktivitas itu melibatkan para pedagang, perajin, serta pekerja yang berkegiatan di kawasan tersebut.
Menurut komisi, keberadaan masjid beserta berbagai artefak yang ditemukan di sekitarnya memberikan bukti baru mengenai kehidupan keagamaan, sosial, dan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut pada era awal Islam.
Temuan ini sekaligus memperkaya pemahaman mengenai perkembangan permukiman dan aktivitas perdagangan di kawasan Al-Baha pada masa awal sejarah Islam.
Prasasti dengan Nama Nabi Muhammad SAWSalah satu temuan yang menarik perhatian adalah prasasti yang terukir pada dinding kiblat dan mencantumkan nama Nabi Muhammad SAW.
Prasasti ditemukan baik di bagian dalam dan dinding luar bangunan. Menurut Komisi Warisan Arab, isi prasasti tersebut memuat doa-doa keagamaan dan kutipan dari Al-Qur’an.
Baca juga: Arkeolog Saudi Temukan Prasasti Kuno dengan Nama Umar bin KhattabSalah satu prasasti yang terdapat pada dinding kiblat berisi doa yang memohon keberkahan bagi Muhammad bin Abdullah. Prasasti itu menjadi bukti langsung mengenai bahasa keagamaan yang digunakan oleh masyarakat yang pernah tinggal di kawasan tersebut.
Dari mihrab dan berbagai fitur arsitektur lainnya, temuan ini semakin memperkuat identifikasi bangunan tersebut sebagai masjid sekaligus memberikan bukti tambahan pemahaman keagamaan masyarakat di Al-Ma’mala pada periode awal Islam.
(est)