home masjid

Pakar Kedokteran dan Ulama Dunia Konfirmasi Manfaat Puasa bagi Detoksifikasi Tubuh

Kamis, 12 Februari 2026 - 04:15 WIB
Puasa adalah bentuk moderasi hidup. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Di balik ritual menahan haus dan lapar yang dijalani jutaan umat manusia, tersimpan sebuah mekanisme biologis yang bekerja layaknya mesin pembersih otomatis. Puasa bukan sekadar ujian kesabaran, melainkan sebuah metode pembaharuan kehidupan yang menyentuh tiga dimensi sekaligus: badan, perasaan, dan rohani. Dalam perspektif kesehatan modern maupun klasik, jeda makan ini dipandang sebagai masa istirahat krusial bagi organ-organ vital manusia.

Ulasan mendalam mengenai kaitan erat antara puasa dan kesehatan ini terpapar dalam naskah Meraih Puasa Sempurna, yang diterjemahkan dari kitab Ash Shiyaam, Ahkaam wa Aa daab karya Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad ath Thayyar. Dalam buku terbitan Pustaka Ibnu Katsir tersebut, Ath Thayyar menjelaskan bahwa puasa mampu memperbaharui sel sel tubuh dengan cara membuang sel yang sudah tua dan mati. Secara medis, proses ini selaras dengan konsep autofagi, di mana tubuh membersihkan diri dari komponen sel yang rusak.

Salah satu manfaat fisik yang paling nyata adalah perlindungan terhadap sistem pencernaan. Dengan berpuasa, perut dibersihkan dari sisa makanan yang tidak tercerna secara sempurna. Para dokter, sebagaimana dikutip dalam karya Ath Thayyar, menyebutkan bahwa puasa efektif membuang racun yang ditimbulkan oleh pola makan tidak sehat. Lebih jauh lagi, pengurangan lemak perut melalui puasa berdampak langsung pada kesehatan jantung. Ath Thayyar memberikan tamsil yang menarik: puasa bagi manusia ibarat pengasingan kuda yang justru akan menambah kekuatannya untuk bergerak dan berlari lebih kencang.

Namun, kesehatan dalam Islam tidak berhenti pada angka-angka klinis di laboratorium. Syaikh Abdul Aziz bin Baaz, dalam referensi yang sama, menekankan bahwa puasa adalah sarana penggemblengan jiwa dari sifat kikir dan tamak. Secara rohani, puasa melindungi hati dari penyakit syubhat atau keragu-raguan dan penyakit syahwat yang merusak integritas diri.

Manfaat multidimensi ini juga membawa seorang hamba pada kesadaran akan kelemahannya. Syaikh Bin Baaz menyebutkan bahwa saat rasa lapar menyentuh titik terdalam, manusia diingatkan akan nikmat Allah yang selama ini dianggap biasa. Rasa lapar tersebut kemudian bertransformasi menjadi empati sosial terhadap kaum miskin. Allah Subhanahu wa Taala berfirman dalam Surah Al Baqarah ayat 184 mengenai esensi kebaikan di balik ibadah ini:

وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya