LPPOM: Mega Halal Bangkok 2026 Jadi Gerbang Produk Indonesia Tembus Pasar Muslim Dunia
LANGIT7.ID-Jakarta; Peluang besar bagi produk Indonesia untuk menembus pasar 2 miliar konsumen Muslim dunia kini terbuka lebar melalui gerbang Thailand. Hal ini menjadi fokus utama dalam persiapan pameran MEGA HALAL Bangkok 2026 yang dijadwalkan berlangsung untuk kedua kalinya pada 15–17 Juli 2026. Bertempat di Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC), lokasi ini dinilai strategis karena posisi Bangkok sebagai pusat perdagangan dan pariwisata utama di Asia Tenggara.
Untuk menyosialisasikan potensi tersebut kepada ekosistem industri halal tanah air, COMASIA LIMITED bersama SHAPERS menggelar seminar di Jakarta pada 11 Februari 2026. Agenda ini bertujuan mendorong pelaku usaha nasional agar mengambil peran aktif sebagai eksibitor guna memperluas jangkauan pasar global.
Director Comasia Limited, Peter Cheung, menyoroti besarnya potensi pasar yang bisa digarap melalui ajang ini. “MEGA HALAL Bangkok 2026 akan menjadi jembatan strategis bagi produk Indonesia untuk menembus pasar lintas negara dan memasuki pasar Muslim Asia yang mencapai 1,17 miliar jiwa. Kami memproyeksikan lebih dari 400 exhibitor serta 15.000 pengunjung internasional pada penyelenggaraan mendatang,” paparnya.
Kesiapan Thailand sebagai tuan rumah didukung oleh infrastruktur ekosistem halal yang matang. Data menunjukkan negara tersebut memiliki lebih dari 160.000 produk bersertifikat halal, 300 hotel premium ramah Muslim, dan lebih dari 3.500 restoran halal. Selain itu, aksesibilitas logistik juga terjamin dengan adanya 27 penerbangan langsung setiap hari dari kawasan Timur Tengah.
Dalam sambutannya, Pimpinan Comasia menjelaskan bahwa pameran ini akan memanfaatkan seluruh kelebihan infrastruktur yang dimiliki Thailand. “MEGA HALAL Bangkok 2026 dirancang untuk mengoptimalkan keunggulan kompetitif Thailand mulai dari logistik, infrastruktur pariwisata, hingga basis produk Halal yang terus berkembang menjadi pertumbuhan ekspor berkelanjutan dan peningkatan investasi bagi UMKM,” jelasnya.
Perspektif senada disampaikan oleh Dato’ Mohd Shukri Abdullah dari SHAPERS. Pendiri MIHAS tersebut menilai Thailand memiliki kombinasi dukungan institusional dan sumber daya yang mumpuni untuk menyandang status "Halal Kitchen of the World." Menurutnya, kolaborasi lintas negara sangat penting untuk mempercepat konektivitas komersial, standardisasi, dan kesiapan ekspor bagi ribuan UMKM.
LPPOM merespons positif inisiatif ini dan memandangnya sebagai langkah diplomasi industri yang konkret. Bagi LPPOM, partisipasi dalam forum ini lebih dari sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya strategis untuk memperkuat daya saing produk Indonesia.